SOLOBALAPAN.COM - Nama Salsa Erwina Hutagalung kembali jadi topik panas di media sosial.
Setelah sebelumnya viral karena menantang Ahmad Sahroni berdebat secara terbuka, kini perempuan yang dikenal vokal itu kembali mencuri perhatian publik karena dugaan keterlibatan profesionalnya di balik isu energi nasional.
Dulu Tantang Ahmad Sahroni: ‘Sini Aku Tantang Debat!’
Ketenaran Salsa Erwina bermula saat videonya menantang Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, viral di media sosial.
Kala itu, pernyataan Sahroni yang menyebut pihak-pihak ingin membubarkan DPR sebagai “orang tolol” membuat publik geram.
Salsa pun langsung menanggapi dengan berani lewat Instagram-nya, @salsaer.
“Yang ngatain rakyat tolol, sini aku tantang debat kamu @ahmadsahroni88 dari partai @official_nasdem,” tulis Salsa dengan nada tegas.
Pernyataan tersebut menuai pujian luas. Banyak warganet menilai Salsa sebagai sosok cerdas dan berani yang tidak takut bersuara, meski berada jauh di luar negeri.
Siapa Sebenarnya Salsa Erwina Hutagalung?
Salsa bukan sosok baru di dunia profesional. Perempuan asal Pamulang ini adalah lulusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2014.
Kini, ia bekerja di Vestas, perusahaan energi terbarukan asal Denmark yang bergerak di bidang turbin angin dan solusi energi hijau.
Ia menempati posisi di bagian Strategy to Execution, divisi penting yang berperan dalam pengembangan strategi bisnis global perusahaan.
Salsa juga merupakan diaspora Indonesia di Aarhus, Denmark, dan kerap bersuara lantang tentang isu sosial-politik di Tanah Air.
Namun di balik ketegasannya, ia sempat mengingatkan publik agar tidak menyerang keluarganya yang masih tinggal di Indonesia.
“Sampai kalian berani mengganggu keluarga aku di Indonesia, akan aku cari support internasional, aku gulingkan kalian,” ujarnya dalam unggahan terdahulu.
Kini Viral Lagi: Diduga Ada Kepentingan di Balik Kritik Tajamnya?
Gelombang baru perhatian terhadap Salsa Erwina muncul setelah akun @Heraloebss di X (Twitter) mengunggah postingan yang menyebut dirinya bekerja di perusahaan Vestas, yang tengah menjalin kerja sama dengan Kementerian Investasi di bawah pimpinan Bahlil Lahadalia.
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa narasi kritis yang selama ini sering dibangun oleh Salsa terhadap DPR dan pemerintah, kini mulai dipertanyakan maksudnya oleh warganet.
Akun tersebut menulis bahwa muncul dugaan halus dari publik — apakah kritik yang disampaikan Salsa murni bentuk kepedulian, atau bagian dari strategi komunikasi yang “membersihkan jalan” bagi proyek-proyek besar seperti milik Vestas.
“Di dunia bisnis global, kritik kadang bisa jadi alat untuk membuka pintu diskusi yang lebih dalam, bukan? Apakah ini kebetulan semata, atau ada strategi yang lebih halus di baliknya?” tulis akun tersebut.
Spekulasi ini memicu perdebatan sengit. Sebagian publik menilai Salsa hanya menjalankan haknya untuk bersuara, sementara lainnya menuding ada konflik kepentingan antara posisinya di perusahaan besar dan kritik-kritiknya terhadap kebijakan energi Indonesia.
Vestas, Raksasa Energi yang Dekat dengan Pemerintah Indonesia
Sebagai informasi, Vestas adalah perusahaan energi asal Denmark yang berdiri sejak 1945 dan beroperasi di lebih dari 80 negara.
Perusahaan ini dikenal sebagai pemimpin global energi angin, dan kini bekerja sama dengan PLN Nusantara Power untuk mengembangkan proyek energi hijau di Indonesia.
Proyek besar tersebut kabarnya merupakan bagian dari inisiatif transisi energi yang sedang digarap bersama Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi.
Hal ini membuat publik bertanya-tanya apakah hubungan profesional Salsa di Vestas bisa memengaruhi pandangannya terhadap isu strategis di sektor energi.
Unggahan terkait Salsa Erwina kini telah menjadi trending di X dengan lebih dari 5.000 cuitan pada pagi (27/10) ini. (lz)
Editor : Laila Zakiya