SOLOBALAPAN.COM – Kisah skandal rumah tangga di Jambi menjadi viral di media sosial setelah seorang istri bernama Audila Putri Sahara membongkar aib suaminya, Bima Putratama.
Bima dituding telah melakukan penipuan, perselingkuhan, dan menguras harta keluarga Audila hingga mencapai angka fantastis, Rp230 juta, yang diduga digunakan untuk membiayai gaya hidup hedonis bersama wanita idaman lain.
Melalui serangkaian unggahan yang kini viral, Audila mengungkapkan kisah pilu.
Ia mengklaim pernikahannya dengan Bima, yang dibangun setelah 11 tahun berpacaran, justru membawanya ke malapetaka.
Modus Kebohongan: Mengaku Bos Minyak dan Batu Bara
Menurut Audila, Bima tidak pernah menafkahinya. Sebaliknya, Bima hidup sepenuhnya ditopang oleh uang dari orang tua Audila.
Untuk menutupi fakta bahwa ia adalah pengangguran (setelah bos tempatnya bekerja dulu bangkrut dua tahun lalu), Bima diduga kerap membangun kemewahan palsu dengan mengaku bekerja sebagai bos minyak dan bos batu bara.
Total kerugian yang diungkap Audila mencapai Rp230 juta.
Uang tersebut diduga habis digunakan Bima untuk berfoya-foya dengan selingkuhannya diduga berinisial S, termasuk untuk biaya sewa kos, check in di hotel setiap minggu, dan tempat hiburan malam.
Memanfaatkan Kebaikan Mertua dan Mencuri Uang Pernikahan
Audila mengungkap modus Bima yang kerap memanipulasi dirinya untuk meminta uang kepada orang tuanya (mertua Bima).
Orang tua Audila bahkan sempat melunasi utang Bima sebesar Rp90 juta dan memberikan modal usaha total Rp105 juta dengan harapan Bima bisa mandiri.
Namun, Audila mengklaim uang modal tersebut justru disalahgunakan untuk kepentingan pribadi Bima dan selingkuhannya.
Puncak kekecewaan Audila adalah pengakuan bahwa Bima tega mengambil seluruh uang amplop pernikahan mereka.
Tak hanya itu, Bima juga dituding mentransfer uang dari rekening Audila secara diam-diam saat istrinya sedang mandi.
Kisah yang dibagikan Audila sontak memicu simpati dan kemarahan publik.
Warganet beramai-ramai mengecam tindakan Bima yang dinilai tidak bertanggung jawab dan tidak tahu berterima kasih sebagai seorang suami. (dam)
Editor : Damianus Bram