SOLOBALAPAN.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM) tengah bersilang pendapat tajam.
Perdebatan ini dipicu oleh temuan Menkeu mengenai dana Pemerintah Daerah (Pemda) Jabar yang disebut mengendap di bank sebesar Rp 4,17 triliun.
Dikutip dari JawaPos.com, Sabtu (25/10/2025), Menkeu Purbaya menegaskan data yang ia miliki berasal dari Bank Indonesia (BI) dan dipastikan valid.
“Itu data dari BI, itu dicek sama BI, harusnya betul seperti itu. Mereka harus cek lagi seperti apa dana di perbankan mereka,” kata Purbaya di Kemenkeu, Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Purbaya meyakini akurasi data dari bank sentral.
KDM: Tidak Ada Dana Mengendap Sebesar Itu
Gubernur Dedi Mulyadi langsung merespons dengan mendatangi kantor BI di Jakarta Pusat pada hari yang sama.
Kedatangannya bertujuan memastikan kebenaran informasi dana triliunan rupiah yang mengendap.
Dedi Mulyadi menegaskan tidak ada dana sebesar itu yang mengendap. Ia menjelaskan, perbedaan data disebabkan oleh perbedaan waktu pelaporan antara Kemendagri dan BI.
“Adapun data dari BI itu adalah data pelaporan keuangan per 30 September,” tuturnya, mengisyaratkan perbedaan waktu laporan.
Pemotongan TKD dan Realisasi APBD Terbaik
Perdebatan KDM dengan Purbaya bukan kali ini saja terjadi. KDM sempat disorot karena tidak ikut saat 18 gubernur yang tergabung dalam APPSI (Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia) memprotes Menkeu Purbaya terkait pemotongan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) di APBN 2026.
Meskipun KDM absen, Pemprov Jabar menunjukkan kinerja cemerlang. KDM bahkan memamerkan realisasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jabar yang diklaim menjadi yang tertinggi secara nasional.
Ia menyebut daya serap anggaran Pemprov Jabar hingga Desember diperkirakan mencapai Rp 7,5 triliun.
“Walaupun kita sudah dikatakan sistem pengelolaan keuangan, belanja, dan realisasi pendapatan paling tinggi, saya nggak mau dikatakan yang paling tinggi. Saya masih paling rendah,” pungkas KDM, menunjukkan kerendahan hati sekaligus penekanan bahwa capaian tersebut harus terus ditingkatkan. (dam)
Editor : Damianus Bram