SOLOBALAPAN.COM – Nama Yudo Sadewa, putra dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, kembali membuat ulah dan memicu kontroversi.
Seolah tak jera, ia kembali membuat pernyataan sensasional di media sosial, kali ini dengan menuding para aktivis mahasiswa yang melakukan demonstrasi sebagai oknum bayaran yang berpotensi menjadi tersangka korupsi.
Parahnya, aksi ini ia lakukan setelah sang ayah, Menkeu Purbaya, secara terbuka mengaku telah melarangnya bermain Instagram buntut dari skandal sebelumnya.
'Mahasiswa Itu Dibayar untuk Demo'
Dalam sebuah video singkat yang viral di akun gosip @lambegosiip pada Rabu (22/10), Yudo Sadewa berbicara dengan nada meremehkan gerakan mahasiswa.
"Guys, nanti kalau kalian udah lulus kuliah jangan kaget kalau temen kalian yang dulu ikut demo aktif, jadi tersangka kasus korupsi, guys, karena zaman sekarang mahasiswa itu dibayar untuk demo," ujar Yudo.
Ia juga menambahkan keterangan provokatif dalam unggahannya: "Mereka demo bukan karena antikorupsi, tetapi karena tidak kebagian jatah."
Melanggar Larangan Sang Ayah
Ulah terbaru Yudo ini sontak menjadi sorotan utama karena ia secara terang-terangan melanggar "larangan" dari ayahnya sendiri.
Beberapa waktu lalu, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menegur keras putranya setelah unggahannya yang menuding mantan Menkeu Sri Mulyani sebagai "agen CIA" viral.
Saat itu, Purbaya membela anaknya dengan menyebutnya masih kecil dan tidak mengerti apa-apa.
"Dia nggak ngerti, masih kecil. (Saya) sudah larang dia untuk, sudah tidak main Instagram lagi," kata Purbaya saat ditemui di Istana Kepresidenan beberapa waktu lalu.
Warganet Ingatkan Posisi Ayahnya
Unggahan Yudo kali ini kembali menuai kecaman.
Warganet ramai-ramai mengingatkannya untuk lebih berhati-hati dalam berbicara.
Statusnya sebagai anak seorang Menteri Keuangan dinilai membuat setiap pernyataannya dapat berimbas negatif pada citra dan posisi ayahnya di pemerintahan.
Anak Menteri Bikin Ulah Lagi
Sikap "bandel" Yudo Sadewa ini menempatkan ayahnya, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam posisi yang semakin sulit.
Di saat Purbaya sedang bekerja membangun citra sebagai Menkeu yang lurus dan tegas, perilaku putranya di media sosial justru menjadi "duri dalam daging" yang terus-menerus menciptakan kegaduhan dan merusak reputasi. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo