SOLOBALAPAN.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan balasan yang tajam dan menohok setelah "ditantang" oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Perseteruan ini memanas setelah Menkeu Purbaya mengungkap data fantastis mengenai dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mengendap di bank.
Alih-alih meralat, Purbaya justru balas "menyentil" Dedi Mulyadi, menyebut kemungkinan sang gubernur telah dibohongi oleh bawahannya sendiri.
'Tanya Saja ke Bank Sentral'
Kritik Dedi Mulyadi yang menantang Purbaya untuk membuktikan data, ditanggapi santai oleh sang menteri.
Purbaya menegaskan bahwa data yang ia paparkan—yang menyebut total Rp234 triliun dana Pemda mengendap—bukanlah data karangan Kementerian Keuangan, melainkan bersumber langsung dari Bank Indonesia (BI).
"Tanya saja ke Bank Sentral. Itu kan data dari sana," ujar Purbaya kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).
Ia lantas melontarkan sindiran keras kepada Dedi Mulyadi.
“Kemungkinan besar anak buahnya juga ngibulin dia, loh. Karena itu laporan dari perbankan," lanjut Purbaya.
Purbaya menilai Dedi Mulyadi seperti sedang berdebat dengan dirinya sendiri, karena data tersebut adalah laporan resmi perbankan yang masuk secara rutin ke sistem BI.
"Dia hanya tahu Jabar saja, kan. Saya enggak pernah sebut data Jabar (secara spesifik). Kalau mau periksa, ya periksa saja sendiri di sistem monitoring BI," tegasnya.
Akar Masalah: Kritik Pedas Menkeu soal Penyerapan Anggaran
Konflik ini bermula saat Menkeu Purbaya, dalam rapat bersama kepala daerah pada Senin (20/10), membeberkan rendahnya serapan APBD di seluruh Indonesia yang baru mencapai 51,3% hingga September 2025.
"Serapan rendah mengakibatkan menambah simpanan uang Pemda yang nganggur di bank sampai Rp234 triliun. Jadi jelas, ini bukan soal uangnya tidak ada, tapi soal kecepatan eksekusi," kata Purbaya.
Ia secara khusus menyoroti anjloknya belanja modal (seperti pembangunan) yang turun lebih dari 31%, padahal belanja tersebut berdampak langsung ke lapangan kerja dan ekonomi rakyat.
Tantangan Dedi Mulyadi
Dalam pemaparannya, Purbaya memang menampilkan daftar 15 Pemda dengan simpanan terbesar, di mana Pemprov Jawa Barat tercatat memiliki dana mengendap Rp4,1 triliun.
Hal inilah yang memicu reaksi keras dari Dedi Mulyadi.
Dedi merasa tudingan itu tidak berdasar dan menantang Menkeu untuk membuktikan bahwa dana tersebut disimpan dalam bentuk deposito.
"Saya sudah cek, tidak ada yang disimpan dalam deposito. Saya tantang Pak Menkeu untuk membuka data dan faktanya," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya.
Sinyal Keras dari Menteri Keuangan Baru
Perseteruan terbuka antara Menkeu baru dan seorang gubernur kuat ini menjadi sinyal yang sangat jelas.
Purbaya Yudhi Sadewa tampaknya tidak akan ragu menggunakan data untuk "mencambuk" para kepala daerah agar segera membelanjakan anggaran mereka dan menggerakkan roda perekonomian. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo