SOLOBALAPAN.COM – Sebuah video singkat dari seorang guru perempuan telah memicu perbincangan hangat di jagat maya.
Dalam video tersebut, sang guru dengan polos mempertanyakan status hukum halal atau haram jika para guru mengonsumsi sisa Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi jatah para siswa yang tidak masuk sekolah.
Pertanyaan sederhana ini secara efektif membuka dilema etis yang kompleks dan nyata terjadi di banyak sekolah pelaksana program MBG.
Dilema Etis di Ruang Guru
Video yang diunggah di media sosial itu memperlihatkan tumpukan wadah makanan berbahan stainless steel yang masih terikat rapi di ruang guru.
Ibu guru berkerudung kuning, sang perekam, menjelaskan konteks mengapa ada banyak porsi tersisa:
“Ini MBG untuk anak-anak, sisanya segitu tuh,” ujarnya sambil menunjuk tumpukan makanan. “Karena anak-anak nggak masuk,” lanjutnya.
Ia kemudian melemparkan pertanyaan inti kepada para penonton: “Nah, menurut kalian, kalau anak-anak nggak masuk, terus MBG-nya dimakan bapak ibu guru, halal apa haram?” tanyanya.
Momen ini semakin menarik karena memicu keheningan di antara rekan-rekannya.
“Bapak ibu guru jadi terdiam semua ini, takut makan. Halal apa haram? Bantuin ya jawabnya,” ucapnya sambil tersenyum.
Menu hari itu terlihat nasi goreng lengkap dengan telur, irisan timun, dan jeruk nipis.
Perdebatan Warganet: Mubazir vs Penyalahgunaan Wewenang
Video ini dengan cepat menjadi viral karena menyentuh isu yang nyata terjadi. Di satu sisi, membiarkan makanan terbuang akan sangat disayangkan (mubazir).
Namun di sisi lain, makanan tersebut secara alokasi adalah hak milik siswa, meskipun mereka tidak hadir.
Warganet pun terbelah:
Kubu Pro-Guru: Berpendapat tidak ada yang salah jika guru memakannya, dengan alasan daripada terbuang dan niatnya adalah untuk menghabiskan makanan.
Kubu Kontra: Berpendapat tindakan tersebut bisa dianggap tidak etis atau bahkan masuk ke ranah penyalahgunaan wewenang, sekecil apa pun porsinya.
Terlepas dari perdebatan yang muncul, video ini secara efektif membuka mata publik terhadap dilema-dilema kecil namun penting yang dihadapi para pendidik setiap harinya di lapangan terkait tata kelola bantuan negara. (dam)
Editor : Damianus Bram