Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

'Nggak Berasa Lantai 2 Mah', Calista Amore Disorot usai Isi WA Nirempati di Kasus Timothy Mahasiswa Unud Bali Terkuak, Sang Calon Dokter Koas Dimana?

Laila Zakiya • Senin, 20 Oktober 2025 | 17:37 WIB

 

Diduga isi chat Calista Amore beredar di media sosial.
Diduga isi chat Calista Amore beredar di media sosial.

SOLOBALAPAN.COM - Kasus meninggalnya Timothy Anugerah Saputra (22), mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud) Bali, masih meninggalkan duka sekaligus kemarahan publik.

Namun kini, sorotan tak lagi hanya pada tragedi itu—melainkan pada sosok calon dokter Calista Amore Manurung, yang disebut ikut mencibir kematian Timothy lewat percakapan di grup WhatsApp.

Ungkapan “Nggak berasa lantai 2 mah” yang dikirimkan Calista dalam grup chat itu kini viral di seluruh media sosial, membuat publik mempertanyakan moralitas dan empati calon tenaga kesehatan di Indonesia.

Isi Chat Nirempati yang Bikin Publik Geram

Calista Amore Manurung disebut ikut mencibir kematian Timothy yang diduga melompat dari lantai 4 Gedung FISIP, Rabu (15/10/2025).

Dalam grup chatting bersama beberapa mahasiswa lainnya, percakapan mereka memicu kemarahan publik karena dinilai sangat tidak pantas bagi calon dokter.

“Gaberasa lt 2 mah,” tulisnya.

Bahkan ada temannya yang bernama Erick Gonata menanyakan kondisi korban dengan kalimat kasar.

“Mati ga,” tulisnya.

Dalam pesan yang viral di media sosial itu pula, Calista juga terlihat mengajak rekan-rekannya untuk visit, atau melihat langsung kondisi korban.

“Visit yu,” tulisnya.

Ketika dikabarkan bahwa korban masih berada di IGD dan dalam keadaan tak bernyawa, Calista disebut memberikan balasan yang dinilai cukup nirempati.

“Mati?,” tanya Calista.

“Ya,” jawab seseorang yang memberi informasi.

“Anjir,” balas Calista.

 

Unggahan itu pertama kali disebarkan oleh akun Instagram @gu_coci, seorang dokter yang juga kakak tingkat dari para pelaku.

Ia menilai tindakan mereka benar-benar tak pantas dilakukan oleh calon tenaga kesehatan.

Kecaman dari Kakak Tingkat dan Dunia Medis

Akun @gu_coci dalam unggahannya menuliskan:

“Gausah jadi dokter kalau ga punya hati,” tulisnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ketiga calon dokter itu sedang koas di RS Ngoerah Bali, dan menilai perbuatan mereka sangat memalukan.

“Sadar ga, yang kalian gunjingkan itu pasien, yang kedepannya akan jadi lahan pekerjaan kalian, dan tugas kalian sebagai dokter tidak perlu dijelaskan lagi /?/,” tulisnya.

“Layak kah untuk lanjut koas? mending berhenti aja, malu. Malu-maluin diri sendiri, keluarga, kampus,” tulisnya lagi.

Sang dokter bahkan menegaskan bahwa profesi dokter bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati yang menuntut empati tinggi.

“Bayangkan beban kerja yang harus ditanggung. Apalagi calon dokter dengan nir empati yang harus bekerja di lapangan yang sama dengan saya. Gila. Lebih baik saya melanggar arti teman sejawat, untungnya sejawat itu masih selangkah lagi mereka gapai, atau mungkin sebaiknya tidak perlu saja,” tulisnya.

Tanggapan Pihak Universitas Udayana

Menanggapi munculnya kasus perundungan dan komentar tak pantas dari mahasiswa kedokteran, Rektor Universitas Udayana, Prof. I Ketut Sudarsana, angkat bicara.

“Kami berduka atas kepergian salah satu mahasiswa terbaik kami. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk memperkuat empati dan rasa peduli antar sesama sivitas akademika,” katanya dikutip dari Instagram Universitas Udayana.

Universitas Udayana juga menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas segala bentuk tindakan nir-empati, perundungan, maupun kekerasan digital, serta memperkuat pendampingan psikologis dan literasi digital di lingkungan kampus. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Universitas Udayana Bali #viral #dugaan bullying #Calista Amore