SOLOBALAPAN.COM – Duka atas tewasnya mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Timothy Anugrah Saputra, kini bercampur dengan amarah publik.
Setelah kabar dugaan bunuh diri korban akibat perundungan (bullying), kini beredar tangkapan layar yang menunjukkan bahwa aksi perundungan tersebut masih berlanjut bahkan setelah korban meninggal dunia.
Sebuah tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang diduga berisi para pelaku bullying viral di media sosial.
Bukannya berduka, mereka justru melontarkan candaan yang sangat tidak manusiawi terkait kematian Timothy.
Candaan Brutal di Atas Duka
Video tersebut diunggah oleh akun X (dulu Twitter) @unudmenfess pada 15 Oktober 2025, memperlihatkan isi chat grup yang merespons kabar duka meninggalnya Timothy.
Reaksi mereka sangat mengejutkan:
-
"Nanggung banget kalau bunuh diri dari lantai 2 yak," tulis seorang anggota grup.
-
"Mentalnya gak kuat kalau dari lantai 4," timpal yang lain.
-
"Badan gorbon gitu mau diangkat mandiri dikit," ejek anggota lainnya.
Candaan keji ini, yang menjadikan tragedi kematian seseorang sebagai bahan tertawaan, sontak memicu kemarahan massal di jagat maya.
Daftar Akun IG Terduga Pelaku Digeruduk Warganet
Tangkapan layar tersebut tidak hanya berisi pesan, tetapi juga mengungkap nama dan akun Instagram (IG) dari para mahasiswa yang diduga terlibat dalam percakapan tersebut.
Akun @unudmenfess pun menuntut pertanggungjawaban mereka. "Ilmu politik angkatan 23 apologize right now!" tulisnya.
Berikut adalah 5 akun Instagram yang kini digeruduk warganet karena diduga sebagai pelaku:
-
@vitaamariaa_
-
@Bydonvito
-
@ryanabel_19
-
@gngnando
-
@vitojrs7
Kemarahan Publik: 'Kuliahan Belum Tentu Ada Otaknya'
Cuitan tersebut telah dilihat lebih dari 10 juta kali dan menuai ribuan komentar yang berisi hujatan dan kecaman.
Warganet tidak habis pikir bagaimana mahasiswa, yang seharusnya lebih berempati dan terdidik, bisa memiliki hati nurani yang "busuk".
-
"Setolol-tololnya teman-teman gue... gak pernah ada tuh bercandain kematian orang. Ini anak FISIP loh... Kok bisa? Di kampus bukannya belajar malah kebanyakan ngevape kayaknya, otak sama hati jadi busuk," ujar akun @mufanmufon.
-
"Bukti kalau orang kuliahan belum tentu ada otaknya... sakit jiwa," papar akun @joyyellow_.
-
"Patut dipertanyakan kamana rasa kemanusiaannya," tandas akun @yasxhiro.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan.
Publik kini menuntut agar pihak Universitas Udayana tidak tinggal diam dan memberikan sanksi tegas kepada para mahasiswa yang terbukti terlibat dalam perundungan keji ini. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo