Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Viral dan Memicu Kemarahan Netizen, Ini Dia Alasan Program Xpose Uncensored Trans7 Dikecam Publik

Damianus Bram • Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:34 WIB
seruan boikot Trans 7 hingga permintaan maaf.
seruan boikot Trans 7 hingga permintaan maaf.

SOLOBALAPAN.COM – Dalam beberapa hari ini, program Xpose Uncensored Trans7 menjadi sorotan tajam dan viral di media sosial.

Program yang dikenal mengulas sisi gelap kehidupan masyarakat dengan pendekatan satir ini dinilai "kebablasan" setelah menyinggung tradisi santri dan kiai di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Dalam episode yang tayang pada 13 Oktober 2025, Xpose Uncensored menampilkan potongan visual santri yang menyalami seorang kiai sepuh dan momen kiai turun dari mobil.

Namun, narasi suara (voice over) yang menyertainya memantik kemarahan publik karena menggunakan diksi yang dianggap menghina dan tidak menghormati tradisi pesantren.

Melecehkan Tradisi Ta’dzim Santri

Narasi kontroversial tersebut secara spesifik menyinggung santri yang disebut "rela ngesot" demi memberi amplop kepada kiai, serta menyiratkan bahwa seharusnya kiai-lah yang memberi imbalan kepada santri.

Kalimat tersebut dinilai melecehkan hubungan ta’dzim (penghormatan) yang menjadi fondasi relasi antara santri dan kiai.

Alih-alih menggambarkan kehidupan pesantren yang penuh nilai spiritual dan keilmuan, tayangan itu justru terkesan sinis dan menyudutkan.

Akibatnya, netizen ramai menilai Xpose Uncensored telah mencoreng martabat ulama, khususnya KH Anwar Manshur, pengasuh Ponpes Lirboyo yang sangat dihormati.

Tagar #BoikotTrans7 Menggema dan Klarifikasi Media

Gelombang kritik tidak hanya datang dari publik umum, tetapi juga dari alumni dan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), yang menilai tayangan tersebut menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap nilai-nilai keagamaan.

Sejak Senin malam hingga Selasa (14/10/2025), tagar #BoikotTrans7 menjadi trending nasional. Banyak pengguna media sosial mendesak agar KPI menindak program tersebut.

Menanggapi tekanan publik, pihak Trans7 akhirnya meminta maaf. Andi Chairil, Production Director Trans7, mengakui adanya kesalahan dan kelalaian.

“Kami mengakui kelalaian dalam isi pemberitaan itu di mana kami tidak melakukan sensor yang mendalam secara teliti, materinya dari pihak luar. Namun kami tidak berlepas tanggung jawab atas kesalahan tersebut,” kata Andi Chairil.

Trans7 secara khusus meminta maaf kepada pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Anwar Mansur, beserta keluarga besar, yang merasa videonya digunakan dengan narasi tanpa empati dan penghormatan. (dam)

Editor : Damianus Bram
#viral #trans7 #Xpose Uncensored #kiai #santri #BoikotTrans7 #Pondok Pesantren Lirboyo