Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Buntut Klaim Gluten Free Bakengrind, Borok Felicia Novenna Terbongkar! Ternyata ke Sang Ibu Juga Problematik?

Laila Zakiya • Rabu, 15 Oktober 2025 | 17:33 WIB

 

 

Felicia Novenna yang disebut sebagai owner Bakengrind, bakery yang diduga melakukan klaim palsu.
Felicia Novenna yang disebut sebagai owner Bakengrind, bakery yang diduga melakukan klaim palsu.

SOLOBALAPAN.COM — Felicia Novenna, sang pemilik brand Bakengrind yang dulu dielu-elukan karena citra sehat dan “gluten free”, kini menjadi pusat badai skandal yang menyeret nama keluarganya sendiri.

Klaim gluten free yang sempat menjadi nilai jual utama produk Bakengrind ternyata justru membuka kotak Pandora.

Setelah sejumlah konsumen memprotes karena merasa tertipu, muncul dugaan bahwa Felicia tak bekerja sendirian — ibunya disebut turut mengetahui kebohongan tersebut.

Akun X (Twitter) @misskurarissa_ mengungkap:

“Kemarin diskusi sama teman, Felicia Novenna ini sepertinya dari dulu sudah tabiatnya tukang nipu. She just chose to ignore and downplayed the consequences, sampai akhirnya ada titik terbongkar semua dan damage kemana-mana. Lalu tadi nemu ini di aplikasi sebelah. Bener-bener yang kamu tuai yang kamu tabur sih,” tulisnya.

Unggahan itu juga menampilkan komentar lain yang menyebut sang ibu mengetahui bahwa produk anaknya hanyalah hasil repack dan tidak benar-benar gluten free.

Keluarga Disorot: Ibu Disebut Tahu, Netizen Bongkar Latar Belakang

Isu makin panas ketika warganet mulai menyinggung kehidupan pribadi keluarga Felicia.

Beberapa komentar menyebut sang ibu memiliki bisnis di ITC Roxy dan mengetahui praktik tidak jujur yang dilakukan sang anak.

“Ini bake n grind yang pemiliknya Felicia Novenna lulusan UPH sama SMA Ipeka? Yang problematic dari high school? Yang emaknya mirip Lisa Mariana, yang tahu bisnis tipu-tipu anaknya terus emaknya punya toko di ITC Roxy? Rumahnya di Duri Intan VI, Duri Kepa, Kebun Jeruk? Malah ngancam netizen mau bawa tim legal loh, gak merasa bersalah banget. Ada yang beli hampers buat pasien cancer kolon juga tetep bilang gluten free. Ada yang kanker payudara juga ditipu,” tulis netizen lain.

Thread tersebut memicu ledakan reaksi publik. Banyak yang menyebut tindakan Bakengrind bukan sekadar kesalahan bisnis, melainkan bentuk pengabaian moral yang bisa membahayakan orang lain.

“Makannya dengan kasus ini harusnya ini orang masuk penjara, bukan cuma klarifikasi minta maaf, nikmat sekali hidupnya,” tulis akun @imtika888.

Kebohongan Tak Berhenti di Situ: Cumlaude Palsu hingga Skripsi Copy-Paste

Setelah kasus “gluten free palsu” viral, muncul laporan baru dari akun @Migueldacorrola yang menyoroti kejanggalan lain dalam rekam jejak akademik Felicia.

“Jujur akupun bingung kenapa bisa (cumlaude) karena dia sudah pernah fail mata kuliah, skripsi ketauan dikerjakan oleh orang lain, lalu saat revisi skripsi ia melakukan copy paste (temannya sendiri). Maka dari itu. Aku berharap ada tindak tegas terkait gelar cumlaude yang bisa didapat,” ungkap salah satu pesan yang diunggah akun tersebut.

Netizen pun mulai menyusun puzzle besar: dari bisnis manipulatif, gelar akademik yang dipertanyakan, hingga masa lalu yang lebih gelap lagi.

Terbongkar: Dugaan Lama Sejak Remaja

Sejumlah kesaksian bahkan menyebut bahwa perilaku manipulatif Felicia sudah terlihat sejak masa sekolah.

Ia disebut kerap berbohong dan bahkan mencuri kartu kredit sang ibu untuk kepentingan pribadi.

“Ci orangnya mah dari zaman SMP-SMA udah tukang tipu wkwkw. Dia cumlaude tapi sering terancam gak naik kelas dulu pas sekolah. Pernah kabur dari rumah karena curi CC mamanya gesek 30-40 jutaan gitu untuk beli tsum-tsum dan HP, pernah nipu temannya juga dengan jualan macbook/airpods tapi yang dikasih bekas/tidak sesuai/kw (ini semua pas jaman SMP-SMA) emang dari dulu udah begitu Ci,” tulis salah satu sumber di media sosial.

Publik Bertanya: Salah Didik atau Salah Pilih Jalan?

Kini, publik mulai menyoroti sisi lain kasus ini — bukan hanya tentang bisnis penipuan, tapi juga dinamika keluarga di baliknya.

Banyak yang bertanya-tanya, apakah sang ibu benar-benar tidak tahu, atau justru memilih diam demi menutupi kesalahan sang anak?

Yang jelas, dari kasus ini publik belajar satu hal: transparansi dan kejujuran dalam bisnis bukan sekadar slogan. Sekali kebohongan terungkap, semuanya bisa runtuh — bahkan reputasi keluarga.

Hingga artikel ini diterbitkan, kasus Bakengrind dan Felicia Novenna masih terus diselidiki, dan menjadi bahan diskusi hangat di media sosial. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#BakenGrind #Felicia Novenna