SOLOBALAPAN.COM - Di tengah panasnya seruan boikot terhadap Trans7, satu nama menjadi pusat perhatian dan rasa hormat publik: Kiai Haji (KH) Anwar Manshur.
Sebagai pengasuh utama dan ulama sesepuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, sosoknya yang kharismatik kini ramai dicari oleh warganet yang ingin mengenal lebih dalam figur yang dianggap telah dilecehkan dalam tayangan televisi tersebut.
Kisah hidupnya yang penuh dengan pengabdian di dunia pendidikan Islam menjadi bukti mengapa ia begitu dihormati.
Lantas, siapa sebenarnya KH Anwar Manshur?
Profil dan Garis Keturunan Emas Pesantren
KH Anwar Manshur adalah figur sentral di Ponpes Lirboyo, bukan hanya karena jabatannya, tetapi juga karena garis keturunannya yang mulia.
-
Nama Lengkap: KH. Anwar Manshur
-
Lahir: 1 Maret 1938 (Usia 87 tahun)
-
Jabatan: Pengasuh Utama Pondok Pesantren Lirboyo dan Mustasyar (Dewan Penasihat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
-
Silsilah: Ia adalah putra dari KH Manshur Jombang dan Nyai Salamah.
Dari garis ibu, ia merupakan cucu langsung dari pendiri Ponpes Lirboyo, KH Abdul Karim.
Jejak Pendidikan di Pesantren-pesantren Besar
Sejak usia dini, KH Anwar Manshur telah mendedikasikan hidupnya untuk menimba ilmu agama.
Ia pernah belajar di beberapa pesantren ternama, antara lain:
-
Ponpes Tarbiyatunnasyiin, Paculgowang, Jombang (pesantren milik ayahnya).
-
Ponpes Tebuireng, Jombang.
-
Ponpes Lirboyo, Kediri, tempat di mana ia akhirnya mengabdikan diri.
Keluarga: Istri dan Anak
Dalam kehidupan rumah tangganya, KH Anwar Manshur menikah dengan Nyai Umi Kulsum, yang merupakan putri dari ulama besar Lirboyo lainnya, KH Mahrus Aly.
Dari pernikahan ini, ia dikaruniai delapan orang anak (tiga putra dan lima putri).
Setelah Nyai Umi Kulsum wafat, KH Anwar Manshur kemudian menikah lagi dengan Nyai Husnah binti Ahyat.
Konteks Tayangan Kontroversial
Tayangan program "Expose Uncensored" di Trans7 menjadi pemicu kemarahan setelah menyoroti tradisi di Ponpes Lirboyo dengan narasi yang dinilai negatif.
Adegan saat para santri memberikan "amplop" kepada kyai digambarkan seolah-olah sebagai cara untuk memperkaya para ulama, termasuk KH Anwar Manshur.
Narasi inilah yang dianggap telah melecehkan kehormatan dan ketulusan seorang ulama sepuh yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk umat, memicu gelombang protes yang masif dari kalangan santri, alumni, dan masyarakat luas. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo