Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Kenapa Tagar Boikot Trans7 Viral? Himpunan Alumni Santri Lirboyo Marah, Ini Penyebabnya!

Laila Zakiya • Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:30 WIB

 

Tagar Boikot Trans7 viral di media sosial.
Tagar Boikot Trans7 viral di media sosial.

SOLOBALAPAN.COM – Dunia maya kembali diguncang oleh gelombang protes besar dari kalangan santri dan alumni pesantren.

Tagar Boikot Trans7 mendadak trending di media sosial sejak Selasa (14/10/2025), setelah Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Yogyakarta menyuarakan kemarahan mereka terhadap salah satu tayangan televisi nasional yang dianggap melecehkan pesantren dan ulama.

Awal Mula Tagar Boikot Trans7 Viral

Kemarahan publik ini bermula dari tayangan sebuah program di stasiun televisi tersebut yang menyoroti budaya santri mengabdi kepada kiai di pesantren.

Dalam cuplikan video yang beredar, tampak santri-santri mencium tangan kiai sambil berjalan jongkok — adegan yang kemudian menuai interpretasi negatif dari pihak program.

Menanggapi hal ini, Himasal Yogyakarta pun langsung angkat suara.

“Himasal cabang Bantul Yogyakarta turut berduka cita atas tayangan channel mereka yang telah menghina pesantren dan kyai kami,” demikian isi ajakan boikot dikutip dari akun X @FuadHHabib27 pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Bagi Himasal, tayangan tersebut tidak mencerminkan realitas kehidupan pesantren.

Mereka menilai bahwa sikap menunduk dan mencium tangan kiai bukanlah bentuk penindasan seperti yang digambarkan, melainkan bagian dari etika, penghormatan, dan latihan akhlak.

“Mereka melihat kedisiplinan sebagai penindasan, penghormatan sebagai feodalisme, dan pengabdian sebagai perbudakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Himasal menegaskan bahwa tradisi di pesantren justru mendidik santri untuk menata hati dan membentuk karakter.

“Latihan jiwa untuk menata hati dan akhlak, dan jika feodalisme berarti mengkultuskan manusia, maka pesantren justru menentangnya,” pungkasnya.

Baca Juga: Siapa Jesus Casas? Ini Profil Pelatih Spanyol yang Dirumorkan Jadi Calon Pengganti Patrick Kluivert

LBH Ansor Turun Tangan, Siap Layangkan Peringatan Hukum

Tak hanya Himasal, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Kediri juga ikut bersuara lantang.

Mereka menilai tayangan tersebut tidak mendidik dan melecehkan martabat ulama, khususnya terhadap KH. Anwar Manshur, kiai sepuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

“Redaksi kata-kata dalam video itu sangat tidak beradab dan cenderung melecehkan ulama. Seharusnya sebelum menayangkan pemberitaan, tim redaksi melakukan konfirmasi kepada pihak yang ada di dalam video,” kata Ketua LBH Ansor Kota Kediri, Bagus Wibowo, melalui keterangan tertulis, Selasa (14/10/2025).

LBH Ansor menilai media seharusnya menjalankan prinsip pemberitaan berimbang, agar masyarakat tidak menerima framing negatif terhadap tokoh agama.

“Jangan sampai terkesan seolah-olah kiai ingin dihargai atau ingin mendapatkan uang. Ini bentuk pemberitaan yang tidak proporsional,” tambahnya.

Bagus juga menegaskan bahwa mereka akan memberikan peringatan hukum kepada pimpinan program Xpose Trans7, sekaligus berkoordinasi dengan Himasal untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Pada prinsipnya kami mendukung kebebasan pers, namun kebebasan itu tidak boleh kebablasan. Pemberitaan harus tetap berimbang dan beretika,” tegasnya.

Santri dan Warganet Bersatu di Dunia Maya

Usai tayangan tersebut beredar luas, akun resmi Trans7 di Instagram dibanjiri ribuan komentar dari netizen yang mengecam isi program.

Tagar Boikot Trans7 pun menggema di berbagai platform — dari X, Instagram, hingga TikTok.

Sejumlah tokoh santri seperti Romzi Ahmad, Ulinnuha Lazulfaa, hingga komunitas Santri Keren, NU Garis Lucu, dan Cahpondok, turut menyuarakan protes serupa.

Mereka membagikan unggahan dari AIS Nusantara yang menuntut permintaan maaf terbuka dari pihak CT Corp dan Trans7 dalam waktu 1x24 jam.

Selain itu, mereka juga meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk turun tangan dan memberikan teguran keras terhadap tayangan yang dianggap mengabaikan etika jurnalistik dan tanggung jawab kultural terhadap komunitas pesantren. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #lbh ansor #Boikot trans7 #tagar #ponpes lirboyo