SOLOBALAPAN.COM - Nama Rahmad Feriansyah tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial usai terseret dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan sejumlah wanita.
Sosok ini ramai diperbincangkan karena diketahui merupakan mahasiswa Universitas Brawijaya (Unbraw) dan sempat aktif di berbagai kegiatan kampus.
Rahmad Feriansyah disebut menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Administrasi, Jurusan Administrasi Bisnis angkatan 2022.
Ia juga dikenal cukup populer di lingkungan kampus lantaran pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pelaksana Raja Brawijaya 2024, salah satu kegiatan besar mahasiswa baru di Unbraw.
Dugaan Kasus Pelecehan yang Menghebohkan Kampus
Kasus ini mencuat setelah akun X (Twitter) @jalannyamerah mengaku menjadi korban kekerasan dan pelecehan dari Rahmad Feriansyah.
Pengakuan itu sontak menarik perhatian warganet dan menjadi trending di berbagai platform media sosial.
"Di sini saya mewakilkan seluruh korban dari Feri dan berharap bahwa Feri dapat ditindak seadil-adilnya dan tidak dibiarkan berkeliaran bebas di kampus," tulis akun tersebut, dikutip Senin, 13 Oktober 2025.
Korban menceritakan bahwa awalnya ia mengenal Feri lewat kegiatan kampus.
Namun, hubungan mereka kemudian berubah menjadi penuh tekanan, ancaman halus, dan manipulasi emosional yang membuatnya merasa terjebak.
Situasi semakin memburuk ketika korban dituduh memiliki hubungan dengan laki-laki lain.
Pelaku bahkan menghubungi orang tua korban untuk memfitnah dan mempermalukannya, hingga memaksanya datang ke kontrakan. Di tempat itulah korban mengalami kekerasan fisik.
“Feri melakukan banyak sekali tindakan abusive, seperti menjambak, menendang, mendorong saya dengan kakinya, serta mencekik saya hingga menangis,” ungkap korban dalam keterangannya.
Aksi Kekerasan dan Ancaman Video Asusila
Korban juga mengaku dicekoki minuman keras hingga tak sadarkan diri.
Parahnya lagi, pelaku diduga merekam video asusila korban tanpa izin dan menggunakannya sebagai alat ancaman.
“Di hari selanjutnya saya mendapatkan chat dari Feri berbentuk sekali lihat yang isinya adalah video tidak senonoh yang direkam tanpa seizin saya,” ujarnya.
Namun, saat korban meminta agar video tersebut dihapus, pelaku justru menghindar dan tak memberikan tanggapan.
Lebih mengejutkan lagi, keluarga pelaku disebut justru membela Rahmad Feriansyah dan menekan korban agar tidak memperburuk nama anak mereka.
“Saya memberikan seluruh bukti tentang Feri kepada keluarga, namun mereka justru memarahi dan mengancam saya di telepon,” pungkas korban.
Muncul Banyak Korban Lain: Pola Manipulasi Serupa
Seiring viralnya kasus ini, sejumlah wanita lain turut angkat bicara dan mengaku pernah mengalami perlakuan serupa dari pelaku.
Beberapa di antaranya mengungkapkan bahwa Rahmad Feriansyah sering menggunakan manipulasi emosional untuk mendekati korban sebelum akhirnya melakukan tindakan tidak pantas.
"Saya dulu sering diingatkan agar tidak terlalu dekat dengan Feri, tapi karena manipulasi emosinya, saya tidak percaya sampai akhirnya saya merasakan sendiri kebusukannya," kata salah satu korban.
Beberapa tangkapan layar yang beredar menunjukkan bahwa Feri kerap mengirim pesan dengan nada menggoda yang mengarah pada percakapan berbau asusila.
“Contohnya, kamu pernah HS nggak ya, atau kamu pernah kissing nggak ya,” ujar salah satu korban lain yang dikutip dari percakapan tersebut.
Bahkan, dalam salah satu kesaksian lain, Feri diduga berani melakukan pelecehan di tempat umum, seperti memegang paha dan bagian dada korban di kafe yang ramai pengunjung.
Universitas Brawijaya Didesak Bertindak
Kasus yang menimpa mahasiswa Universitas Brawijaya ini memicu gelombang reaksi besar dari warganet dan komunitas kampus.
Banyak pihak mendesak agar kampus segera turun tangan dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku.
Publik juga berharap agar lembaga pendidikan tinggi dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh mahasiswanya, serta tidak menormalisasi kekerasan berbasis gender. (lz)
Editor : Laila Zakiya