SOLOBALAPAN.COM - Bulan Oktober 2025 jadi masa yang penuh tanda tanya bagi para pejuang ASN.
Di satu sisi, kabar soal anggaran CPNS 2026 yang sudah disiapkan pemerintah mencuat ke publik dan membawa harapan baru.
Tapi di sisi lain, media sosial dibanjiri tautan palsu pendaftaran CPNS yang menyesatkan ribuan calon pelamar.
Lantas, mana yang fakta dan mana yang cuma jebakan klik?
Hoaks CPNS 2025–2026: Tautan Abal-abal yang Minta Data Pribadi
Gelombang informasi palsu tentang pendaftaran CPNS terus bermunculan di berbagai platform sosial media.
Mulai dari tautan yang mengatasnamakan Kementerian Imigrasi, hingga situs tidak resmi yang mengklaim membuka rekrutmen CPNS 2026.
Salah satunya adalah unggahan yang mengklaim “RESMI DIBUKA CPNS KEMENTERIAN IMIGRASI 2025” dengan tautan pendaftaran yang mengarah ke akun media sosial tidak jelas sumbernya.
Postingan tersebut bahkan mencantumkan formasi jabatan, jadwal pendaftaran, hingga janji “gratis tanpa pungutan biaya”.
Tak berhenti di situ, beredar pula unggahan yang mengaku sebagai “Link Resmi Pendaftaran CPNS 2026”, lengkap dengan tautan mencurigakan yang meminta data pribadi.
Lewat link tersebut, jika tautan daftar di klik, mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital yang meminta data pribadi, seperti nama dan nomor Telegram.
Dari hasil penelusuran, semua tautan tersebut dipastikan palsu dan tidak terkait dengan situs resmi pemerintah, seperti sscasn.bkn.go.id atau menpan.go.id.
Masyarakat pun diminta lebih berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan digital berkedok “lowongan CPNS”.
Di Balik Hoaks, Pemerintah Benar-Benar Siapkan Anggaran CPNS 2026
Berbeda dengan kabar bohong yang ramai di media sosial, sinyal kuat pembukaan CPNS 2026 justru datang langsung dari pemerintah pusat.
Isyarat pembukaan seleksi CPNS semakin kuat setelah pemerintah mulai menyiapkan anggaran dan memetakan kebutuhan formasi baru di berbagai instansi pusat maupun daerah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa anggaran untuk rekrutmen CPNS 2026 telah dialokasikan melalui APBN, dengan alasan penyesuaian struktur organisasi dan gelombang pensiun massal ASN dalam dua tahun ke depan.
“Anggaran untuk kementerian baru sudah diakomodasi, dan sedang dihitung potensi penambahan ke daerah. Semua keputusan ini tentu akan dibahas bersama DPR,” ujar Purbaya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pembukaan CPNS menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong ekonomi nasional.
“Belanja pemerintah diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja,” tegasnya.
Kementerian PANRB juga telah memetakan kebutuhan formasi baru yang tidak bisa ditunda.
Menteri PANRB Rini menyebutkan bahwa beberapa instansi sudah mulai mengajukan usulan CPNS 2026 meski belum ada pengumuman resmi dari Presiden.
“Alokasi CPNS biasanya dari instansi. Mereka sudah punya perencanaan kepegawaian lima tahunan. Kami hanya memberikan formasi berdasarkan kebutuhan aktual,” jelas Rini.
Fokus Pemerintah: Rampungkan CPNS 2024, Lanjutkan Formasi 2026
Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan-RB, Mohammad Averrouce, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah masih menyelesaikan seleksi CASN 2024, dengan total kebutuhan 1,26 juta formasi — jumlah terbesar dalam satu dekade terakhir.
“Hingga Oktober 2025, kami masih menyelesaikan persoalan tenaga non-ASN... pengadaan CASN bukan hanya kebijakan Kemenpan-RB, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan keuangan negara serta kesiapan kementerian dan pemerintah daerah.”
Averrouce juga menegaskan bahwa masyarakat harus tetap waspada terhadap hoaks CPNS 2026, karena pembahasan di tingkat kementerian memang sudah dimulai, namun belum ada pembukaan resmi seleksi.
Baca Juga: Terungkap! Ini Cara Ammar Zoni Edarkan Narkoba di Rutan Salemba, Pakai HP dan Aplikasi Anti Lacak
Prediksi Formasi Favorit CPNS 2026
Mengacu pada tren rekrutmen 2024, sejumlah jurusan S1 diprediksi kembali menjadi primadona dalam CPNS 2026. Berikut di antaranya:
* S1 Ilmu Komputer / Teknik Informatika – Pranata Komputer, Analis Sistem Informasi
Instansi: Kemenkeu, Kemenko Perekonomian, Otorita IKN
Gaji: Rp10 juta – Rp17 juta
* S1 Ilmu Hukum – Jaksa, Hakim
Instansi: Kejaksaan RI, Mahkamah Agung
Gaji: Rp10 juta – Rp12,8 juta
* S1 Manajemen & Ekonomi – Analis SDM Aparatur, Analis Keuangan APBN
Instansi: Kemenkeu, Kemenlu
Gaji: Rp9,7 juta – Rp17 juta
* S1 Ilmu Komunikasi – Analis Media & Komunikasi Publik
Instansi: Kemenko PMK, Kemenkeu
Gaji: Rp10,3 juta – Rp14,3 juta
Formasi ini sejalan dengan program digitalisasi birokrasi dan pemerataan SDM, dua agenda besar yang sedang digencarkan pemerintah.
Kesimpulan: Fakta Ada, Tapi Tetap Waspada
Jadi, apakah benar pemerintah sudah menyiapkan dana CPNS 2026?
Jawabannya: ya, benar. Namun, belum ada pembukaan resmi seleksi maupun situs pendaftaran yang valid.
Calon pelamar wajib berhati-hati terhadap segala bentuk tautan, pesan WhatsApp, atau situs mencurigakan yang mengatasnamakan rekrutmen CPNS.
Pemerintah melalui Kemenpan-RB sudah menegaskan, semua informasi resmi hanya akan diumumkan melalui portal resmi — bukan akun pribadi atau tautan tidak dikenal. (lz)
Editor : Laila Zakiya