SOLOBALAPAN.COM – Di balik viralnya pernikahan "Kakek Sultan" Tarman dengan mahar Rp3 miliar, terungkap fakta-fakta mengejutkan dari masa lalunya.
Pria asal Wonogiri ini ternyata pernah tinggal dan menikah dengan seorang janda di Desa Ngepungsari, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar.
Warga setempat mengenalnya sebagai sosok yang penuh misteri, kerap bergaya hidup mewah, namun juga memiliki rekam jejak sebagai mantan narapidana kasus penipuan.
'Dulu Tinggal di Sini, Menikah dengan Warga Kami'
Sekretaris Desa (Sekdes) Ngepungsari, Adhegora, saat dihubungi Radar Solo pada Jumat (10/10) sore, membenarkan bahwa Tarman adalah mantan warganya.
"Pak Tarman itu dulu tinggal di sini, menikah dengan warga kami, (itu) istri kedua. Mereka sempat pisah ranjang," ujar Adhegora.
Ia juga mengonfirmasi bahwa Tarman memiliki catatan kriminal dan baru saja keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wonogiri sebelum akhirnya pindah domisili ke Pacitan pada 29 September lalu untuk menikahi istri barunya.
"Katanya kasus penipuan, tapi penipuan apa saya juga tidak tahu pasti," tambahnya.
Gaya Hidup Mewah dan Isu Pedang Samurai Miliaran
Selama tinggal di Ngepungsari, gaya hidup Tarman sudah menjadi buah bibir. Menurut Adhegora, ia dikenal sering bergonta-ganti mobil mewah.
"Dulu di sini mobilnya gonta-ganti. Pernah juga terdengar kabar dia jual pedang samurai yang harganya miliaran, tapi saya juga tidak tahu pasti samurai itu asli atau tidak dan pembelinya siapa. Cuma kabar dari warga," ucap Sekdes.
Kontras yang Menyakitkan: Mantan Istri Jualan Angkringan
Di tengah citra "sultan" yang dibangun oleh Tarman, mantan istrinya yang masih tinggal di Ngepungsari justru hidup dalam kesederhanaan.
Diketahui, sang mantan istri kini harus berjuang menghidupi kebutuhan sehari-hari dengan membuka usaha warung angkringan.
Penipu Ulung Lintas Wilayah
Terungkapnya jejak Tarman di Karanganyar ini semakin mengukuhkan citranya sebagai seorang penipu ulung yang telah beraksi di berbagai wilayah, dari Wonogiri, Karanganyar, hingga kini di Pacitan.
Kisah "Kakek Sultan" yang semula tampak seperti dongeng, ternyata hanyalah modus terbaru dari seorang residivis kasus penipuan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo