SOLOBALAPAN.COM – Raut cemas tak bisa disembunyikan oleh Fauzy, salah satu keluarga korban tragedi robohnya Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.
Ia kehilangan empat keponakannya yang meninggal dunia dalam insiden tersebut dan hingga kini keberadaan jenazahnya belum jelas.
Bersama puluhan keluarga korban lainnya, Fauzy menanti penuh harap dan cemas di posko pengungsian RS Bhayangkara Polda Jatim.
Mereka menunggu hasil identifikasi jenazah korban yang dievakuasi Tim SAR dari reruntuhan Ponpes Al Khoziny, berharap salah satu di antaranya adalah anak mereka.
“Kalau dari keluarga saya cuma satu, anaknya adik. Kalau dari sepupu ada tiga (yang belum ditemukan),” ujar Fauzy lirih di depan Kompartemen Dokpol RS Bhayangkara, Surabaya, dikutip dari JawaPos.com, Rabu (8/10/2025).
Kisah Haru Santri di Saf Depan yang Selamat
Fauzy bercerita bahwa anaknya sendiri juga belajar di Ponpes Al Khoziny dan berada di lokasi saat bangunan ambruk. Beruntung, sang anak selamat karena posisinya berada di barisan paling depan.
“Anak saya sendiri alhamdulillah selamat, karena ada di saf depan pada waktu kejadian itu. Nah (keempat ponakan) sampai saat ini belum teridentifikasi. Saya masih menunggu,” lanjutnya.
Keempat keponakannya sudah dipastikan meninggal dunia. Ia dan keluarga lainnya berharap agar jenazah anak-anaknya dapat segera teridentifikasi sehingga bisa dikebumikan dengan layak.
“Keluarga saat ini sangat terpukul sekali. Kita sangat kehilangan sekali pada anak-anak kami,” ucap Fauzy, mewakili duka mendalam yang dialami keluarga korban.
Kronologi dan Data Akhir Korban
Bangunan musala empat lantai di Ponpes Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.35 WIB, saat para santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjamaah.
Setelah sembilan hari mengevakuasi korban, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10/2025).
Data terakhir mencatat total 171 korban dalam bencana non-alam ini, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia.
Hingga Selasa siang, 34 dari puluhan korban meninggal dunia sudah berhasil diidentifikasi, sementara sisanya masih dalam proses Tim DVI Polda Jatim. (dam)
Editor : Damianus Bram