SOLOBALAPAN.COM – Pasca tragedi ambruknya bangunan musala empat lantai di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Polda Jawa Timur (Jatim) menegaskan akan melanjutkan penanganan kasus ini ke jalur hukum.
Proses hukum akan segera dilakukan setelah identifikasi seluruh jenazah korban selesai.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kabid Humas Polda Jatim, dalam konferensi pers update identifikasi korban di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Selasa malam (8/10/2025).
“Terkait dengan tindak lanjut proses penegakan hukum, saya tegaskan kembali bahwa Polda Jawa Timur sejauh ini telah memberikan pernyataan, dari Bapak Kapolda sendiri, bahwa proses hukum akan kami lakukan,” ujar Kombes Pol Jules, dikutip dari JawaPos.com, Rabu (8/10/2025).
Proses Hukum Menunggu Tim DVI Rampung
Meskipun demikian, Kombes Pol Jules meminta masyarakat untuk bersabar.
Ia menjelaskan bahwa langkah hukum, baik upaya penyelidikan dan penyidikan, baru akan dilakukan setelah proses identifikasi jenazah korban di RS Bhayangkara, yang ditangani oleh Tim DVI, rampung.
“Tentu kita akan melakukan tindakan-tindakan di awal baik itu upaya penyelidikan, kemudian diangkat ke penyidikan. Sejauh ini, perlu saya sampaikan bahwa proses identifikasi dari Tim DVI masih dilakukan,” imbuhnya.
Kombes Pol Jules meminta masyarakat dan keluarga korban memberikan waktu agar seluruh proses berjalan sebagaimana mestinya, terutama karena keluarga korban masih dalam kondisi duka dan trauma.
“Kami mohon masyarakat dan keluarga korban bersabar. Keluarga korban juga tentunya masih trauma, mengalami duka. Mari lah kita bersama-sama berempati, ya. Biarkan seluruh proses ini berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Polda Jatim memastikan bahwa seluruh tahapan penanganan terkait kasus ambruknya bangunan di Ponpes Al Khoziny, mulai dari pencarian, identifikasi, hingga proses hukum, akan dilakukan secara profesional dan bertahap.
“Biarkan ini (proses identifikasi) berakhir, paling tidak beri kami waktu, beri tim DVI untuk melakukan tugasnya dengan baik, barulah kita akan melangkah ke tahap selanjutnya (penyelidikan),” pungkas Jules.
Kronologi Singkat dan Data Akhir Korban
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.35 WIB, saat santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjamaah.
Setelah 9 hari mencari korban, operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10/2025). Data terakhir mencatat total 171 korban, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia (34 di antaranya sudah teridentifikasi). (dam)
Editor : Damianus Bram