SOLOBALAPAN.COM – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada hari ini, Selasa (7/10/2025).
Tercatat, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini telah mengalami erupsi sebanyak enam kali dalam kurun waktu kurang dari sembilan jam, memuntahkan kolom abu vulkanik ke berbagai arah.
Meskipun statusnya masih bertahan di Level II (Waspada), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk menjauhi zona bahaya.
Rangkaian Erupsi Sejak Dini Hari
Berikut adalah rincian enam erupsi yang terjadi hari ini berdasarkan laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto:
-
Pukul 00.37 WIB: Kolom abu setinggi 300 meter ke arah barat.
-
Pukul 05.21 WIB: Kolom abu setinggi 300 meter ke arah barat daya.
-
Pukul 05.42 WIB: Kolom abu setinggi 400 meter ke arah selatan.
-
Pukul 05.53 WIB: Kolom abu setinggi 600 meter ke arah selatan.
-
Pukul 06.23 WIB: Kolom abu setinggi 500 meter ke arah barat daya.
-
Pukul 08.56 WIB: Kolom abu setinggi 500 meter ke arah barat daya.
"Kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal," jelas Liswanto.
Peringatan Keras dan Zona Bahaya dari PVMBG
PVMBG meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius bahaya yang telah ditetapkan.
Rekomendasi utamanya adalah:
-
Dilarang beraktivitas di seluruh sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi).
-
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km.
-
Dilarang mendekati radius 3 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena adanya potensi lontaran batu pijar.
Masyarakat juga diminta untuk selalu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Imbauan untuk Tetap Waspada
Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru ini menjadi pengingat bagi seluruh warga dan wisatawan di sekitar untuk selalu waspada dan mematuhi arahan dari pihak berwenang.
Mengabaikan zona bahaya yang telah ditetapkan dapat berakibat fatal. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo