SOLOBALAPAN.COM – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) bencana non-alam runtuhnya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, resmi dihentikan dan ditutup pada Selasa (7/10/2025).
Penutupan ini diumumkan setelah tim SAR gabungan berjibaku selama sembilan hari penuh.
Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) sekaligus SAR Coordinator, mengonfirmasi penutupan tersebut.
“Saya sampaikan bahwa apa yang kita tutup pada hari ini, Selasa, 7 Oktober 2025, sebenarnya di koridor pencarian dan pertolongan (SAR),” tutur Syafii dikutip dari JawaPos.com, Selasa (7/10/2025).
Operasi SAR yang dimulai sejak Senin (29/9/2025)—setelah bangunan musala ambruk pukul 15.35 WIB—berhasil memindahkan seluruh material bangunan yang runtuh.
Total Korban dan Identifikasi Mayoritas Santri Muda
Selama sembilan hari operasi, total 171 korban berhasil dievakuasi. Data akhir yang disampaikan adalah:
- Korban Selamat: 104 orang
- Korban Meninggal Dunia: 67 orang (termasuk 7 bagian tubuh atau body part).
Dari total 67 korban meninggal, 62 kantong jenazah dikirim ke RS Bhayangkara Surabaya untuk diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.
Total 17 jenazah, termasuk 5 korban awal yang dievakuasi ke RSI Siti Hajar Sidoarjo, telah berhasil teridentifikasi hingga Selasa siang (7/10) pukul 14.25 WIB.
Mayoritas korban meninggal dunia yang teridentifikasi adalah santri muda dengan usia belasan tahun yang berasal dari berbagai daerah seperti Surabaya, Madura, Semarang, hingga Bangka Belitung.
Daftar 17 Korban Meninggal Dunia yang Teridentifikasi
Berikut identitas 17 korban meninggal dunia dalam tragedi rubuhnya Ponpes Al Khoziny, data per Selasa (7/10/2025):
1. Maulana Alfan Ibrahimavic, 15 tahun, warga Bangkalan yang berdomisili di Pabean Cantikan, Surabaya. Ditemukan Senin (29/9/2025)
2. Mochammad Mashudulhaq, 14 tahun, warga Kalikendal, Dukuh Pakis, Surabaya. Ditemukan Selasa (30/9/2025)
3. Muhammad Soleh, 22 tahun, warga Tanjung Pandan, Bangka Belitung. Ditemukan Selasa (30/9/2025)
4. Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas, 17 tahun, warga Putat Jaya, Surabaya. Ditemukan Rabu (1/10/2025)
5. Moch Agus Ubaidillah, 14 tahun, warga Gresik Gadukan, Morokrembangan, Surabaya. Ditemukan Rabu (1/10/2025)
6. Firman Nur, 16 tahun, warga Tembok Lor, Surabaya.
7. Mohammad Azka Ibadurrahman, 13 tahun, warga Jalan Randu Indah, Kenjeran, Surabaya
8. Daul Milal, 15 tahun, warga Sidokapasan, Surabaya.
9. Nurudin, 13 tahun, warga Karang Gayam, Blegah, Madura.
10. Ahmad Rijalul Haq, 16 tahun, warga jalan Dapuan Baru, Surabaya.
11. Moh. Royhan Mustofa, laki-laki, 17 tahun, warga Jalan KH Syadhali Makhdi RT 1/ RW 2, Kelurahan Banyuayuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan.
12. Abdul Fattah, laki-laki, 18 tahun, warga Asem Manunggal.
13. Wasiur Rohib, laki-laki, 17 tahun, Warga Jalan Gayungan 8 Gang Mawar 14/B Surabaya.
14. Mohammad Aziz Pratama Yudistira, laki-laki, 16 tahun, warga KP. Pulo Kapuk Mekar Mukti Cikarang Utara, Bekasi.
15. Moh. Dafin, laki-laki, 13 tahun, warga Jalan Banowati Selatan II/20 RT 7/ RW 1 Bulu Lor, Semarang.
16. M. Ali Rahbini, laki-laki, 19 tahun, warga Dusun Plasah, Birem, Tambelang, Sampang.
17. Sulaiman Hadi, laki-laki, 15 tahun, warga Morleke, Kolla Madung, Bangkalan.
Kabiddokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan, berharap proses pengiriman kantong jenazah telah selesai dengan penutupan SAR.
“Jam 1 nanti dikirim terakhir. Mudah-mudahan di sana (Ponpes Al Khoziny Sidoarjo) tidak ada pengiriman lagi kantong jenazah,” tukasnya. (dam)
Editor : Damianus Bram