SOLOBALAPAN.COM - Tragedi ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang menelan puluhan korban jiwa, mendapat respons tegas dari Presiden Prabowo Subianto.
Dalam rapat terbatas pada Minggu (5/10) malam, Presiden memerintahkan dilakukannya pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur dan kekuatan bangunan pondok pesantren di seluruh Indonesia.
Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya insiden serupa dan memastikan keamanan para santri yang menimba ilmu di lembaga-lembaga pendidikan keagamaan.
Perintah Langsung kepada Para Menteri
Presiden Prabowo menugaskan secara langsung Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), untuk memimpin evaluasi ini.
"Presiden memerintahkan Menko Pemberdayaan Masyarakat... untuk memeriksa sekaligus memperbaiki pondok pesantren resmi yang perlu dicek kekuatan struktur bangunannya," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, menyampaikan perintah Presiden.
Presiden juga menekankan agar para pemilik pondok pesantren memperhatikan betul standar keamanan dalam setiap proses renovasi atau pembangunan.
Dua Langkah Preventif Pemerintah
Menindaklanjuti perintah Presiden, Menko Muhaimin Iskandar menyatakan pemerintah telah menyiapkan dua langkah utama:
-
Standar Teknis Wajib: Pesantren tidak boleh lagi membangun tanpa mengikuti standar teknik bangunan yang berlaku.
-
Pendampingan Teknis: Pemerintah akan mencari cara agar pesantren yang sedang membangun bisa mendapatkan pendampingan teknis dari kementerian terkait, seperti Kementerian PUPR.
"Gotong royong boleh, tetapi tetap harus ada hitungan ilmunya. Kita tidak boleh lagi membangun tanpa kalkulasi teknik. Itu sangat berisiko," ucap Cak Imin.
Data Korban Terkini
Perintah tegas dari Presiden ini muncul setelah melihat dampak mengerikan dari tragedi di Ponpes Al Khoziny.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (5/10), tercatat:
-
36 orang meninggal dunia.
-
27 santri masih dinyatakan hilang.
-
104 orang berhasil diselamatkan.
Proses evakuasi yang melibatkan lebih dari 400 personel gabungan SAR masih terus berlangsung.
Tragedi yang Membuka Mata
Tragedi di Ponpes Al Khoziny menjadi sebuah pukulan telak yang membuka mata pemerintah dan publik akan pentingnya standar keselamatan bangunan di lingkungan pendidikan.
Instruksi Presiden Prabowo untuk melakukan audit nasional ini diharapkan dapat menjadi titik awal dari sebuah reformasi besar demi melindungi nyawa ribuan santri di seluruh Indonesia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo