SOLOBALAPAN.COM - Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali dikenal sebagai mahakarya dari seniman legendaris, I Nyoman Nuarta.
Namun, di balik kemegahannya, banyak yang tidak tahu siapa sebenarnya pemilik dari ikon Pulau Dewata yang pembangunannya sempat mangkrak selama puluhan tahun ini.
Meskipun digagas dan dirancang oleh Nyoman Nuarta, kepemilikan saham mayoritas GWK kini telah beralih ke tangan salah satu raksasa properti di Indonesia.
Sejarah Panjang Pembangunan GWK: Mangkrak Akibat Krisis
Perjalanan GWK adalah sebuah kisah epik tentang ambisi dan kegigihan.
-
1989: Ide pembangunan GWK pertama kali digagas oleh Nyoman Nuarta bersama beberapa menteri dan Gubernur Bali saat itu.
-
1997: Setelah mendapat restu dari Presiden Soeharto, peletakan batu pertama dilakukan.
Namun, proyek ini langsung dihantam krisis moneter 1997-1998 dan terpaksa berhenti.
-
1998 - 2012: Selama bertahun-tahun, proyek ini mangkrak. Nyoman Nuarta berjuang mencari investor, namun tidak ada yang bersedia menanamkan modal.
Selama periode ini, yang terbangun hanyalah patung setengah badan Dewa Wisnu yang kini masih bisa dilihat di Plasa Wisnu.
Diakuisisi oleh Raksasa Properti Alam Sutera
Titik terang akhirnya datang pada tahun 2012.
Raksasa properti, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), melalui anak usahanya, mengakuisisi 90,3 persen saham PT Garuda Adhimatra Indonesia, perusahaan pemilik GWK.
Nilai akuisisi tersebut mencapai Rp821 miliar. Sejak saat itu, kepemilikan mayoritas GWK secara resmi beralih ke tangan Grup Alam Sutera.
Jadi, Siapa Pemilik GWK Saat Ini?
-
Pemilik Mayoritas: PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), yang merupakan perusahaan pengembang properti besar di Indonesia.
-
Pemilik Minoritas & Inisiator: I Nyoman Nuarta, sang seniman perancang, masih memegang sisa saham minoritas di GWK.
Setelah proses akuisisi, tugas Nyoman Nuarta adalah fokus menyelesaikan pembangunan patung sesuai dengan desain awalnya.
Proyek pembangunan ulang pun dimulai pada 2013, hingga akhirnya patung GWK yang kita kenal sekarang rampung pada 2018 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
Warisan Sang Maestro
Meskipun secara kepemilikan bisnis telah berpindah tangan, mahakarya Garuda Wisnu Kencana akan selalu identik dengan nama I Nyoman Nuarta.
Kegigihannya selama lebih dari 28 tahun untuk mewujudkan mimpi besarnya telah melahirkan sebuah monumen yang tidak hanya menjadi ikon Bali, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo