SOLOBALAPAN.COM – Operasi pencarian, pertolongan, dan penyelamatan (SAR) korban tragedi robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, telah berjalan selama sepekan penuh.
Data terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal dunia terus bertambah, menjadikan insiden ini sebagai bencana dengan korban jiwa terbanyak tahun ini.
“Update terakhir pada Senin (6/10/2025) pukul 03.34 WIB, kita sudah menemukan satu jenazah lagi sehingga menurut hitungan kami sudah diperoleh 54 jenazah,” ujar Yudhi Bramantyo, Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, dikutip dari JawaPos.com, Senin (6/10/2025).
Bramantyo menyebut total korban yang berhasil dievakuasi hingga pagi hari adalah 158 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 54 korban meninggal. Diperkirakan belasan orang lainnya masih hilang atau belum teridentifikasi.
Tragisnya, dari 54 jenazah yang dievakuasi, 5 di antaranya berupa potongan tubuh (body part) yang terpisah-pisah, seperti bagian tubuh tanpa kaki kanan, pinggul sampai kiri, hingga tangan kanan, yang menandakan kerasnya material reruntuhan.
Korban Terbesar Tahun 2025 dan Target Evakuasi Malam Ini
Deputi Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, menyatakan keprihatinannya. Ia menyebut jumlah korban meninggal di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ini adalah yang terbanyak dibanding semua bencana alam maupun non-alam yang terjadi sepanjang tahun 2025.
“Dari bencana-bencana alam maupun non alam yang terjadi tahun 2025, itu tidak ada korban yang meninggal sebanyak yang ada di Sidoarjo. Di sini adalah yang terbesar dan kita turut prihatin,” ucap Budi.
BNPB menargetkan proses pengangkatan material reruntuhan bangunan empat lantai yang ambruk ini bisa rampung hari ini.
“Hari ini bukan sampai matahari terbenam, tetapi hari ini sampai jam 00.00 WIB nanti malam. Jadi target saya semuanya sudah rata. Mudah-mudahan kita bisa temukan jenazah yang terpisah,” tegasnya, sekaligus mengonfirmasi koordinasi dengan Dandim terkait pembersihan sisa bangunan di sisi selatan yang masih menempel.
Kronologi Singkat
Insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.35 WIB, ketika bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area pondok pesantren tiba-tiba ambruk.
Akibatnya, banyak santri yang sedang melaksanakan Salat Ashar berjamaah pada rakaat kedua terjebak dalam reruntuhan bangunan. (dam)
Editor : Damianus Bram