Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

UPDATE Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny: BNPB Temukan 11 Jenazah Baru Minggu Dini Hari, Beber Kendala Evakuasi di TKP

Laila Zakiya • Minggu, 5 Oktober 2025 | 18:22 WIB

 

Tim SAR gabungan mencari korban bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (30/9/2025).
Tim SAR gabungan mencari korban bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (30/9/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Operasi pencarian korban ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, memasuki hari ketujuh dengan perkembangan signifikan.

Tim SAR gabungan menemukan 11 jenazah baru pada Minggu (5/10/2025) dini hari, sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan adanya sejumlah kendala di lapangan yang memperlambat proses evakuasi.

11 Jenazah Baru Ditemukan di Hari Ketujuh

Korban tewas akibat runtuhnya gedung Ponpes Al Khoziny bertambah menjadi 37 orang per Minggu (5/10/2025).

Total korban tewas itu bertambah setelah Tim SAR gabungan menemukan 11 jenazah saat pencarian berlangsung dini hari.

Kasubdit RPDO (Pengarahan dan Pengendalian Operasi) Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer, mengatakan pihaknya sejauh ini telah menemukan total 37 orang meninggal dunia di bawah reruntuhan gedung ponpes di hari ketujuh ekstrikasi.

“Laporan terakhir, total terdapat 11 korban berhasil di-ekstrikasi pada hari ketujuh pencarian [secara beruntun] di sektor A3 (sisi belakang reruntuhan),” kata Freezer.

Satu korban di antaranya ditemukan di sektor A4 atau sisi kanan depan reruntuhan dengan kondisi anggota tubuh tidak lengkap.

“Pukul 03.24 WIB satu korban dengan kondisi kaki kanan tidak ada berhasil diekstrikasi di sektor A4,” ucapnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh DVI Polda Jawa Timur.

“Proses evakuasi masih terus berlangsung. Pembersihan puing difokuskan ke sisi utara pada bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama,” ucapnya.

Kini, dengan temuan tersebut, jumlah korban yang berhasil ditemukan mencapai 141 orang.

Rinciannya, 104 orang selamat, 37 meninggal dunia, dan satu di antaranya masih berupa potongan tubuh. Sementara sekitar 26 orang korban masih belum ditemukan.

Kendala Evakuasi di Lapangan

BNPB menyampaikan bahwa proses evakuasi korban di lokasi tidak berjalan mudah.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, mengungkapkan bahwa tim menemukan kendala berupa beton besar yang harus dipotong secara hati-hati agar tidak memicu keruntuhan tambahan.

“Cuma ada satu kendala, beton ada yang menempel di sebelah kiri, Pak Muji dari ITS akan datang sehingga pemotongan beton tak menyebabkan gedung itu akan rusak atau runtuh,” ujar Budi dalam jumpa pers, Minggu (5/10/2025).

Ia menambahkan bahwa sebagian besar korban ditemukan di lantai 1 bangunan.

“Setahu saya ternyata itu kebanyakan korban ditemukan di lantai 1,” terangnya.

Direktur Operasional Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, juga menjelaskan pihaknya kini fokus membuka jalur baru di sisi kanan bangunan dengan melibatkan tenaga ahli.

“Kita maksimalkan seperti tadi malam berlanjut. Kami mohon doa restunya,” ujarnya.

Kondisi Petugas Mulai Menurun

Hingga hari ketujuh pencarian, BNPB mencatat proses evakuasi telah mencapai sekitar 60 persen.

Namun, Budi Irawan mengakui kondisi fisik para petugas di lapangan mulai menurun akibat kelelahan.

“Di hari ketujuh ini saya lihat kondisi dari anggota sudah mulai menurun. Kami berharap tiap-tiap bagian dari Basarnas, BPBD, maupun dari Kodim dan relawan agar bisa menjaga kesehatan,” tuturnya.

BNPB berharap proses evakuasi dapat selesai dalam waktu dekat.

“Kalau dilihat dari lapangan, kegiatan ini tak akan lama lagi. Harapan saya paling lama besok itu sudah rata,” ungkap Budi.

Ia juga menegaskan bahwa BNPB siap memberikan dukungan tambahan agar proses evakuasi berjalan lebih cepat.

Tragedi di Tengah Salat Asar

Seperti diketahui, musibah ini terjadi pada Senin (29/9/2025) sore sekitar pukul 15.35 WIB.

Bangunan tiga lantai yang mencakup musala dan asrama putra tersebut ambruk saat ratusan santri tengah melaksanakan Salat Asar berjamaah.

Hingga kini, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh ratusan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, dan relawan. (lz)

 

Editor : Laila Zakiya
#viral #Ponpes Al Khoziny #sidoarjo #Musala Ambruk #bnpb