SOLOBALAPAN.COM - Sebuah tren baru yang unik dan penuh makna kini viral dari Kantor Urusan Agama (KUA): "Tepuk Sakinah".
Aksi tepuk tangan yang diiringi lirik sederhana ini ramai dipraktikkan oleh para calon pengantin, bahkan sering kali dipandu langsung oleh penghulu sesaat setelah ijab kabul.
Di balik kesederhanaannya, "Tepuk Sakinah" adalah program dari Kementerian Agama (Kemenag) yang bertujuan menanamkan lima pilar penting dalam rumah tangga.
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, bahkan meyakini program ini dapat membantu menekan angka perceraian yang tinggi di Indonesia.
Apa Itu 'Tepuk Sakinah'?
Menurut Kepala Biro Humas Kemenag, Asyhar, "Tepuk Sakinah" pada dasarnya adalah sebuah metode ice breaking atau pemecah suasana yang diperkenalkan dalam program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di KUA.
Tujuannya adalah agar calon pengantin lebih mudah mengingat dan memahami lima pilar keluarga sakinah.
Lirik Lengkap dan Maknanya
Berikut adalah lirik dari "Tepuk Sakinah" beserta penjelasan makna di baliknya:
-
(Prok prok prok) Berpasangan!
-
Makna (Zawaj): Mengingatkan bahwa pernikahan adalah ikatan antara dua individu yang menjadi satu pasangan.
-
-
(Prok prok prok) Janji Kokoh!
-
Makna (Mitsaqan Ghaliza): Menegaskan bahwa akad nikah adalah sebuah perjanjian yang agung dan kokoh di hadapan Tuhan.
-
-
Saling Cinta!
-
Saling Hormat!
-
Saling Jaga!
-
Makna (Mu'asyarah bil Ma'ruf): Ketiga lirik ini merangkum pilar tentang pentingnya memperlakukan pasangan dengan baik, penuh cinta, rasa hormat, dan saling menjaga.
-
-
Saling Ridho!
-
Makna (Taraadhin): Mengajarkan tentang perlunya kerelaan dan keikhlasan dari kedua belah pihak dalam menjalani rumah tangga.
-
-
Musyawarah untuk Sakinah!
-
Makna (Musyawarah): Menekankan pentingnya diskusi dan mencari solusi bersama dalam menghadapi setiap permasalahan untuk mencapai ketenangan (sakinah).
-
- Baca Juga: Sejarah Kelam 30 September 1965: Apa Itu G30S/PKI? Kronologi Penculikan Jenderal dan Dampak Perubahan Besar Bangsa
Diyakini Mampu Tekan Angka Perceraian
Menag Nasaruddin Umar optimistis bahwa program-program pembinaan seperti "Tepuk Sakinah" dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tingginya angka perceraian di Indonesia, yang pada tahun 2024 mencapai hampir 400.000 kasus.
"Insya Allah segala upaya kita lakukan. Kami hadir dengan program yang menyentuh akar persoalan keluarga," tutur Nasaruddin, Jumat (3/10/2025).
Dengan metode yang ringan dan mudah diingat, "Tepuk Sakinah" diharapkan bukan hanya menjadi tren sesaat, tetapi benar-benar menjadi bekal moral bagi para pengantin baru dalam membangun keluarga yang harmonis. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo