SOLOBALAPAN.COM – Proses evakuasi korban tragedi ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, terus dilanjutkan.
Memasuki hari keenam pencarian, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan ada sekitar 49 orang yang diduga masih tertimbun dalam reruntuhan bangunan.
Hingga Sabtu (4/10/2025) pukul 09.37 WIB, total korban yang sudah ditemukan berjumlah 118 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 14 korban meninggal dunia.
Jika merujuk pada data santri yang diberikan pihak pondok pesantren, yakni 167 orang, maka diperkirakan masih ada 49 orang dalam daftar pencarian.
“Yang sekarang masih hilang ada 49. Apakah yakin 49 itu ada di situ? Kita semua nggak tahu. Karena kan ada di reruntuhan. Mudah-mudahan sama dengan data dari ponpes (tidak bertambah),” ujar Suharyanto, Sabtu (4/10/2025).
Ia menegaskan bahwa data 49 orang tersebut masih bersifat sementara atau dugaan. Data korban yang pasti dan valid baru akan diketahui setelah proses evakuasi rampung dan operasi pencarian resmi ditutup.
Tantangan Evakuasi: Material Besar dan Prinsip Kehati-hatian
Suharyanto menyebut fokus operasi hari keenam ini adalah pengangkatan dan pembersihan material bangunan, untuk mengevakuasi korban yang diduga berada di lantai dasar. Proses ini berlangsung lambat karena pertimbangan keamanan.
“Progres pengangkutan saya rasa 2 hari ini kerja maksimal ya. Kira-kira berapa persen? sekitar 40 persen. Kok lama sekali, dua hari cuma dapat 40 persen? rekan-rekan bisa lihat ke sana, ini balok-baloknya kan besar,” imbuhnya.
Selain karena material yang berukuran besar, Tim SAR gabungan juga mempertimbangkan jasad korban yang masih ada di balik reruntuhan.
Oleh karena itu, Suharyanto mengatakan proses pengangkatan tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian agar tidak merusak jenazah.
Meskipun enggan berandai-andai soal target pasti rampungnya proses pengangkatan material, Suharyanto memastikan Tim SAR gabungan bergerak secepat mungkin.
“Semua alat berat di situ. Ya nanti targetnya secepat mungkin. Mudah-mudahan nanti satu hari ini. Kalau kemarin dua hari 40 persen, ya sekarang tambah 20 atau 30 persen lagi,” tukasnya.
Kronologi Singkat Tragedi
Insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.35 WIB, ketika bangunan Musala tiga lantai ambruk saat santri Pondok Pesantren Al Khoziny sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan.
Hingga kini, puluhan santri diduga masih terjebak, sementara Tim SAR terus berupaya mengevakuasi korban dengan menggunakan alat berat (ekskavator dan crane). (dam)
Editor : Damianus Bram