SOLOBALAPAN.COM – Memasuki hari kelima, Jumat (3/10/2025), proses evakuasi korban reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, masih terus berlanjut.
Hari ini, Jumat (3/10/2025), satu orang santri yang tertimbun berhasil dievakuasi, sayangnya dalam keadaan tak bernyawa. Hal ini menambah jumlah korban meninggal dunia.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Emi Freezer, Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Basarnas.
Ia mengatakan korban ditemukan dan berhasil diekstrikasi (dikeluarkan) pada pukul 10.17 WIB.
“Jadi tadi pada pukul 10.17 WIB, satu korban tambahan berhasil diekstrikasi di bagian timur sektor A2 (bagian belakang dan berhadapan langsung dengan dinding asrama),” tutur Emi di Posko Darurat, Jumat (3/10/2025).
Pada hari yang sama, Tim SAR gabungan juga lebih dulu mengevakuasi dua korban meninggal dunia lainnya di lokasi tempat wudu sektor A2, yang ditemukan pada pukul 07.30 WIB dan 07.36 WIB.
“Dengan demikian, hingga laporan terakhir, total terdapat 3 korban diekstrikasi di sektor A2 (tempat wudhu). Ketiganya dalam kondisi meninggal dunia,” imbuhnya.
Fokus Pencarian Beralih ke Alat Berat
Mengingat golden time atau batas waktu kritis sejak insiden telah berakhir pada Kamis (2/10/2025) sekitar pukul 15.35 WIB, operasi pencarian kini beralih menggunakan alat berat.
“Proses evakuasi masih terus berlangsung, dan pembersihan puing tetap difokuskan ke sisi utara pada bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama,” tukas Emi. Alat berat berupa ekskavator dan crane kini digunakan untuk mengangkat material bangunan.
Data Korban Terbaru
Insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.35 WIB, ketika bangunan Musala tiga lantai ambruk saat santri sedang melaksanakan Salat Asar berjamaah.
Hingga Jumat (3/10/2025) pukul 11.30 WIB, total korban yang tercatat dalam musibah ini mencapai 112 orang. Rinciannya adalah:
- 8 orang meninggal dunia (bertambah dari data sebelumnya).
- 104 korban selamat (evakuasi mandiri dan Tim SAR).
Sementara itu, sebanyak 55 santri lainnya diduga masih terjebak dalam reruntuhan, dan Tim SAR gabungan terus berjibaku untuk mengevakuasi mereka. (dam)
Editor : Damianus Bram