Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Kisah Haru Syailendra Haical: Santri Ponpes Al Khoziny Selamat Setelah 2 Hari Tertimbun, Ungkap Keberadaan 4 Korban Lain!

Damianus Bram • Kamis, 2 Oktober 2025 | 23:48 WIB
Tim SAR gabungan mencari korban bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (30/9/2025).
Tim SAR gabungan mencari korban bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (30/9/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Ketangguhan yang luar biasa ditunjukkan oleh Syailendra Haical, santri berusia 13 tahun, yang berhasil selamat setelah dua hari tertimbun reruntuhan musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo.

Perjuangan Haical untuk bertahan hidup di bawah timbunan bangunan roboh itu menjadi kisah luar biasa yang mengharukan sekaligus mengagumkan publik.

Meski dalam kondisi tubuh lemah dan penuh luka, Haical tetap sadar dan mampu berkomunikasi dengan tim penyelamat. Bahkan, ia tidak mengalami patah tulang atau luka berat lainnya.

Video percakapan Haical dengan petugas saat proses evakuasi pun viral di media sosial.

Dalam video itu, Haical bercerita tubuhnya sakit sambil terus diberi semangat oleh tim SAR yang berjuang keras mengevakuasinya.

Mental Baja Haical Jadi Kunci Informasi Korban Lain

Haical akhirnya bisa dievakuasi pada Rabu sore, 1 Oktober 2025. Tangis haru keluarga, santri lain, dan warga pecah ketika tubuh mungilnya berhasil diangkat keluar dengan selamat.

Dr. Atok Irawan, Direktur RSUD RT Notopuro Sidoarjo, menyatakan Haical adalah contoh nyata santri dengan mental luar biasa.

Meski mengalami pengalaman getir, Haical dilaporkan masih bisa makan dengan lahap dan menceritakan kembali apa yang ia alami.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sehat semuanya. Yang pertama ditemukan ini, anak Syailendra Haical ya, 13 tahun, yang cukup lama evakuasinya, ya alhamdulillah, di IGD kemarin, di zona merah, jadi komunikasi kontak lancar,” ujar dr Atok kepada wartawan, dikutip dari JawaPos.com, Kamis (2/10/2025).

Informasi berharga yang disampaikan Haical sangat membantu tim medis dan relawan.

“Si Haical ini, karena dia banyak cerita, meskipun dia udah 2 hari ya, di dalam timbunan itu, tahunya lemah, tapi anak ini, cerita dengan jelas, ada 4 yang lain, setelah Haikal datang, yang kami rawat,” lanjut dr Atok.

Kisah Haical ini pun mendapat perhatian luas masyarakat, dibanjiri doa dan ucapan syukur dari warganet.

Dokter yang menanganinya menyebut, semangat Haical menjadi energi positif untuk para tenaga medis karena ia terus menunjukkan keinginan untuk cepat pulih dan kembali berkumpul bersama teman-teman santrinya. (dam)

 

Editor : Damianus Bram
#Ponpes Al Khoziny #haikal #sidoarjo #Pondok Pesantren Al Khoziny #syailendra haical #santri #evakuasi