Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Yai Mim Bongkar Tabiat Asli Nurul Sahara, dari Parkir Sembarangan hingga Kerap Minta Tolong Tengah Malam

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 2 Oktober 2025 | 05:06 WIB
Perseteruan Nurul Sahara dan Imam Muslimin dosen UIN Malang.
Perseteruan Nurul Sahara dan Imam Muslimin dosen UIN Malang.

SOLOBALAPAN.COM - Setelah lama bungkam dan menjadi sasaran hujatan, Kiai Muhammad Imam Muslimin (Yai Mim) dan istrinya, Rose, akhirnya buka suara.

Melalui podcast "Curhat Bang Denny Sumargo", mereka membeberkan sisi lain dari konflik yang membuatnya viral, termasuk kelakuan tetangganya, Nurul Sahara, yang dinilai semena-mena.

Alih-alih dituduh mengganggu, Yai Mim dan istrinya justru mengungkap bahwa selama ini merekalah yang sering direpotkan dan bahkan membantu kelancaran bisnis rental mobil milik Sahara.

Terpaksa Terima Mobil Rental Tengah Malam

Istri Yai Mim, Rose, menceritakan bahwa suaminya sering kali harus "bertugas" menjadi resepsionis dadakan untuk bisnis rental mobil Sahara.

Para penyewa kerap mengembalikan mobil sewaan pada tengah malam dan menitipkan kunci serta uang sewa kepada Yai Mim.

"Biasanya orang-orang yang nyewa rental itu kan titip ke beliau (Yai Mim), jadi beliau ikut melayani. 'Pak ini titip kunci, kembalikan mobil rental'. Jadi dibantu gitu," ungkap Rose.

Puncak Kericuhan: Mobil Parkir Halangi Pintu Garasi

Konflik memuncak saat sebuah mobil rental milik Sahara diparkir tepat di depan pintu gerbang rumah Yai Mim, menghalangi akses keluar-masuk.

Padahal, Yai Mim harus pergi ke masjid untuk mengaji pada pukul 04.00 dini hari.

Balada Tetangga yang Berujung Viral

Kesaksian dari pihak Yai Mim ini memberikan perspektif baru yang sangat berbeda dari narasi awal yang dibangun oleh Nurul Sahara.

Cerita mengenai kesabaran mereka menghadapi tetangga yang dinilai kurang beretika, dari menerima titipan kunci tengah malam hingga harus memindahkan mobil yang menghalangi jalan, kini justru membuat simpati publik berbalik arah.

Konflik yang semula tampak seperti arogansi seorang pemuka agama, kini justru terlihat seperti puncak dari kesabaran seorang tetangga yang sudah terlalu lama memendam kekesalan. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Yai Mim #tabiat #Nurul Sahara