Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Terungkap Hukuman Santri Jika Tak Ikut Kegiatan! Benarkah Jadi Biang Keladinya?

Laila Zakiya • Rabu, 1 Oktober 2025 | 21:53 WIB

 

Petugas mencoba mencari korban di bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025).
Petugas mencoba mencari korban di bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025).

SOLOBALAPAN.COM - Tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Senin (29/9/2025) lalu masih menyisakan duka mendalam.

Peristiwa ini bukan hanya menimbulkan korban jiwa, namun juga memunculkan sejumlah fakta mengejutkan di balik runtuhnya bangunan tersebut.

Kronologi Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny

Insiden memilukan itu terjadi sekitar pukul 15.35 WIB.

Bangunan tiga lantai yang difungsikan sebagai musala mendadak ambruk saat para santri tengah melaksanakan salat Asar di lantai satu.

Akibatnya, ratusan santri terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut masih ada puluhan santri yang diduga tertimbun material bangunan.

"Kami terus berupaya mengevakuasi diduga 91 orang yang masih terjebak di dalam. Sebanyak 332 personel dari SAR gabungan juga dikerahkan dengan metode kerja bergantian," ujar Abdul lewat keterangannya, Rabu (1/10), seperti dilansir dari Jawa Pos.

Evakuasi dilakukan secara manual untuk meminimalisasi risiko ambruk susulan.

Data sementara menyebutkan, hingga Selasa malam (30/9), 100 orang santri menjadi korban.

Dari jumlah tersebut, 3 orang meninggal dunia, 26 menjalani rawat inap, 1 orang dirujuk ke Mojokerto, sementara 70 lainnya telah dipulangkan.

Nama-nama korban meninggal antara lain Maulana Affan Ibrahimafic (15), Mochammad Mashudul Haq (14), dan Muhammad Soleh (22).

Baca Juga: Siapa Suami Nurul Sahara? Ini Profil Mohammad Shofwan Ketua Ormas Madas yang Viral Cekcok dengan Dosen Yai Mim

Fakta Mengejutkan: Hukuman Santri Ikut Mengecor Bangunan

Di balik ambruknya musala ini, beredar kesaksian santri dan keluarga korban yang menyebut adanya praktik hukuman tidak biasa di pesantren tersebut.

Seorang santri mengungkap bahwa jika ada santri yang tidak mengikuti kegiatan, mereka bisa mendapat hukuman ikut membantu pekerjaan bangunan, seperti mengecor.

"Itu banyak tukang sih. Santri itu ikut bantuin. Kalau santri enggak wajib itu. Cuma apa kayak hukuman, misal hukuman lah. Kayak kalau enggak ikut kegiatan itu nanti disuruh bantuin ngecor gitu," beber santri di Pesantren Al Khoziny, seperti dikutip dari Kilat, pada Rabu 1 Oktober 2025.

Hal ini diperkuat oleh kesaksian keluarga korban luka asal Madura.

"Jadi lagi ngecor, jatuh, luka di wajah, terus giginya copot," ujarnya.

Meski begitu, santri yang bercerita menegaskan bahwa tugas mereka hanya sebatas membantu, sementara pekerjaan utama tetap dilakukan oleh tukang bangunan.

Bangunan Baru Selesai Dicor, Diduga Tak Kuat Menahan Beban

Pengasuh Ponpes Putra Al Khoziny, KH Raden Abdus Salam Mujib, menjelaskan bahwa musala tersebut baru saja selesai dicor pada siang hari sebelum akhirnya ambruk.

"Proses pengecoran dari pagi, siang sudah selesai," kata Salam, dikutip dari Antara.

Ia menduga struktur bangunan tidak kuat menahan beban pasca pengecoran, yang kemudian memicu ambruknya gedung musala setinggi tiga lantai tersebut.

Pertanyaan Publik: Apakah Hukuman Jadi Penyebab?

Kesaksian soal hukuman santri ikut membantu pengecoran kini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.

Apakah praktik tersebut berhubungan dengan lemahnya struktur bangunan hingga menyebabkan musibah?

Meski demikian, hingga kini belum ada hasil investigasi resmi yang menyimpulkan keterkaitan antara hukuman santri dan ambruknya bangunan. Pihak pesantren maupun otoritas berwenang masih fokus pada proses evakuasi korban serta penanganan darurat di lapangan. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #Ponpes Al Khoziny #sidoarjo #Musala Ambruk