Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Mendebarkan! Tragedi Ponpes Al Khoziny: 6 Korban Reruntuhan Sidoarjo Diduga Masih Hidup, Tim SAR Salurkan Logistik dan Oksigen Lewat Celah

Damianus Bram • Rabu, 1 Oktober 2025 | 17:41 WIB
Evakuasi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 6 Korban Diduga Masih Hidup, Petugas Salurkan Logistik Lewat Celah Reruntuhan.
Evakuasi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 6 Korban Diduga Masih Hidup, Petugas Salurkan Logistik Lewat Celah Reruntuhan.

SOLOBALAPAN.COM – Proses evakuasi korban tragedi runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, masih terus berlanjut.

Tim SAR gabungan kini berjibaku setelah mendeteksi adanya enam korban yang diduga masih bertahan hidup di bawah reruntuhan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, mengonfirmasi kabar ini.

Ia menyebut para korban masih merespons ketika diajak berkomunikasi oleh personel SAR gabungan.

“Saat ini, Tim SAR gabungan masih mendeteksi adanya indikasi 6 orang korban yang masih bertahan. Melalui celah yang ada, petugas menyalurkan makanan dan minuman untuk menjaga kondisi korban,” terang Abdul Muhari, dikutip dari JawaPos.com, Rabu (1/10/2025).

Logistik yang disalurkan melalui celah reruntuhan sangat vital, meliputi makanan ringan, minuman, hingga tabung oksigen.

Fokus Penyelamatan Manual dan Alat Berat Ditahan

Saat ini, upaya penyelamatan difokuskan secara manual, yakni dengan menggali celah dan lubang untuk menjangkau serta mengevakuasi korban yang masih memiliki kemungkinan bertahan hidup.

Tim SAR gabungan, bersama ahli konstruksi, telah menyusun langkah teknis membersihkan jalur evakuasi dari timbunan puing dengan metode aman, demi mencegah risiko ambruk susulan.

“Peralatan berat (ekskavator) juga telah disiagakan, namun penggunaannya sementara belum dapat dilakukan karena dikhawatirkan getaran dapat memperparah kondisi reruntuhan (berisiko ambruk susulan),” imbuh Abdul.

Proses evakuasi ini berada di bawah komando Basarnas. Jika dinyatakan tidak ada lagi korban yang hidup, barulah tahap selanjutnya akan menggunakan alat berat untuk mengangkat jenazah yang tertimbun.

Kronologi Tragedi dan Data Korban Sementara

Insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9/2024) sekitar pukul 15.35 WIB, ketika bangunan tiga lantai tersebut ambruk saat para santri sedang melaksanakan Salat Ashar dua rakaat di lantai satu.

Berdasarkan data sementara dari Kantor Basarnas Surabaya per Selasa malam (30/9/2025), total ada 100 orang santri yang menjadi korban tragedi ini, baik melalui evakuasi mandiri maupun oleh Tim SAR gabungan.

Dari jumlah korban tersebut, 3 orang dilaporkan meninggal dunia, 26 menjalani rawat inap, dan 1 orang dirujuk ke Mojokerto, dan 70 orang telah dipulangkan.

Para korban yang berhasil dievakuasi dilarikan ke rumah sakit terdekat. Rinciannya: RSUD Notopuro merawat 40 pasien (8 rawat inap, 2 meninggal dunia, 30 dipulangkan), RSI Siti Hajar merawat 52 pasien (11 rawat inap, 1 meninggal dunia, 1 pasien dirujuk, 39 dipulangkan).

Kemudian RS Delta Surya merawat 6 pasien rawat inap, RS Sheila Medika menangani satu pasien yang telah diperbolehkan pulang, lalu RS Universitas Airlangga merawat satu pasien rawat inap.

Adapun tiga santri yang dilaporkan meninggal dunia, Maulana Affan Ibrahimafic, 15 tahun, warga Surabaya; Mochammad Mashudul Haq, 14 tahun, warga Surabaya; dan Muhammad Soleh, 22 tahun, warga Bangka Belitung. 

Data absensi santri hingga Selasa malam menunjukkan sebanyak 91 orang diduga masih tertimbun dalam material bangunan.

Tim SAR gabungan kini terus berjibaku di lokasi, berusaha keras menyelamatkan enam korban yang memberikan respons. (dam)

Editor : Damianus Bram
#basarnas #Ponpes Al Khoziny #sidoarjo #Pondok Pesantren Al Khoziny #santri #evakuasi