SOLOBALAPAN.COM - Di tengah rentetan kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), beredar isu yang meresahkan bahwa biaya pengobatan para siswa yang menjadi korban dibebankan kepada orang tua.
Menanggapi hal ini, Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, dengan tegas membantah isu tersebut.
Ia memastikan bahwa seluruh biaya perawatan dan pengobatan siswa yang terdampak ditanggung penuh oleh BGN, bukan oleh orang tua, sekolah, maupun pemerintah daerah.
'Pihak RS Bisa Langsung Hubungi Kami dari BGN'
Nanik S. Deyang meminta agar tidak ada keraguan mengenai pembiayaan.
Menurutnya, BGN telah mengalokasikan dana khusus untuk menangani situasi darurat seperti ini.
"Kita tidak membebankan biaya pengobatan pada orang tua atau pemerintah daerah. Pihak rumah sakit bisa langsung menghubungi kami dari BGN,” ujar Nanik, dikutip dari Antara, Sabtu (27/9/2025).
“Kita punya dananya, diambil dari biaya operasional maupun pos kejadian luar biasa. Semua pengobatan ditanggung penuh,” jelasnya.
Sebagai contoh, ia menyebut insiden di Kabupaten Banggai Kepulauan, di mana tagihan rumah sakit sebesar Rp350 juta seluruhnya telah dibayarkan oleh BGN.
Pemerintah Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Kasus keracunan yang terjadi di berbagai daerah, seperti di Bandung Barat dan Kupang, telah menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Adita Irawati, mengungkapkan bahwa saat ini tengah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.
Sebagian Kasus Disebut karena Alergi
Di sisi lain, Nanik menilai tidak semua insiden yang dilaporkan adalah murni keracunan.
Menurutnya, beberapa kasus dipicu oleh alergi makanan yang tidak terdata sebelumnya.
“Tidak semua insiden benar-benar keracunan. Ada juga yang akibat alergi, misalnya alergi udang atau mayonnaise,” jelasnya.
Untuk mencegah hal serupa, BGN kini telah mengedarkan formulir khusus ke sekolah-sekolah untuk mendata riwayat alergi setiap siswa.
Komitmen di Tengah Krisis
Pernyataan tegas dari BGN ini menjadi jawaban penting di tengah krisis yang menimpa program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan menjamin pembiayaan penuh dan melakukan evaluasi, pemerintah berupaya menunjukkan komitmen dan tanggung jawabnya untuk memastikan program MBG ke depan dapat berjalan dengan lebih aman dan berkualitas. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo