Beredar Isu Rekaman CCTV Aksi Kiai Masturo Rohili dan Anak Angkatnya, Fakta atau Hoaks? Ternyata Ini Kebenarannya
Didi Agung Eko Purnomo• Senin, 29 September 2025 | 03:59 WIB
Ilustrasi CCTV.
SOLOBALAPAN.COM– Di tengah panasnya kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Kiai asal Bekasi, KH Masturo Rohili, kini muncul isu baru yang semakin memperkeruh suasana.
Beredar narasi di media sosial yang mengklaim adanya rekaman CCTV yang disebut-sebut sebagai bukti aksi bejat sang kiai terhadap anak angkatnya, Zulfa.
Kabar ini sontak viral dan memicu kemarahan publik.
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, kebenaran dari rekaman CCTV tersebut sangat diragukan dan kemungkinan besar adalah hoaks.
Asal-usul Isu dari Unggahan Media Sosial
Kabar mengenai rekaman CCTV ini mulai menyebar luas setelah diunggah oleh beberapa akun di TikTok dan X (dulu Twitter), salah satunya oleh akun @Beritamanjahhviraleq.
"Sumpah gak tega sampe ada rekaman cctv waktu kiyai masthuro rohili melakukan aksinya," tulis akun tersebut, memancing rasa penasaran dan kengerian dari warganet.
Fakta Sebenarnya: Belum Ada Bukti CCTV
Hingga saat ini, tidak ada bukti kredibel atau konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun pihak korban mengenai keberadaan rekaman CCTV tersebut.
Video yang benar-benar ada dan telah dikonfirmasi adalah rekaman wawancara atau podcast saat Zulfa memberikan kesaksian mengenai peristiwa yang ia alami.
Narasi mengenai "rekaman CCTV" ini diduga sengaja dibuat dan disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mencari sensasi dan memperkeruh suasana di tengah kasus yang sedang berjalan.
Kilas Balik Kasus Dugaan Pelecehan
Sebagai pengingat, kasus ini pertama kali meledak setelah dua orang korban, Zulfa (anak angkat) dan Salwa (keponakan), berani buka suara.
Mereka mengaku telah menjadi korban pelecehan oleh KH Masturo Rohili sejak masih di bawah umur.
Kisah mereka diangkat ke publik oleh dr. Richard Lee, yang kini memberikan pendampingan hukum.
Kasus ini telah secara resmi dilaporkan ke Polres Bekasi pada 7 Juli 2025 dan saat ini sudah masuk dalam tahap penyidikan.
Waspada Disinformasi di Tengah Kasus Sensitif
Kasus dugaan pelecehan oleh KH Masturo Rohili adalah sebuah proses hukum yang nyata dan sedang berjalan.
Namun, publik diimbau untuk sangat berhati-hati dan tidak mudah percaya pada isu-isu liar seperti "rekaman CCTV" yang belum terverifikasi.
Penyebaran hoaks dan disinformasi tidak hanya dapat mengganggu proses hukum, tetapi juga berpotensi menambah trauma bagi para korban. (did)