Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Glory Lamria Bantah Rekayasa Wawancara Prabowo, Ngaku Terima Teror hingga Ancaman Pembunuhan

Damianus Bram • Kamis, 25 September 2025 | 22:52 WIB
Diaspora di Amarika, Glory Lamria.
Diaspora di Amarika, Glory Lamria.

SOLOBALAPAN.COM – Mahasiswi Columbia University asal Indonesia, Glory Lamria, angkat bicara soal tudingan rekayasa wawancara saat Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke New York, Amerika Serikat.

Glory menegaskan kabar yang beredar di media sosial tersebut tidak benar.

Menurut Glory, tidak ada arahan maupun briefing dari pemerintah Indonesia terkait wawancara dengan awak media. Semua terjadi spontan atas permintaan jurnalis di lokasi.

“Tidak ada briefing. Pernyataan saya sepenuhnya pendapat pribadi, tidak mewakili pemerintah maupun pihak mana pun,” tegas Glory, dikutip dari akun Instagram @bigalphaid, Kamis (25/9/2025).

Dia juga membantah isu yang menyebut dirinya menikmati fasilitas hotel gratis dari pemerintah.

Glory memastikan seluruh kebutuhan pribadi, termasuk akomodasi, ditanggung dari kantong pribadinya.

“Foto yang beredar berasal dari akun Instagram pribadi saya dan tidak ada hubungannya dengan agenda pemerintah. Sampai saat ini, saya tidak pernah menerima satu rupiah pun uang maupun fasilitas menginap sebagaimana diberitakan,” jelasnya.

Namun, Glory mengaku tudingan sepihak tersebut justru berbuntut panjang.

Ia kini menghadapi teror berupa doxing, ujaran kebencian, hingga ancaman pembunuhan.

“Akibat pemberitaan Big Alpha yang sepihak tersebut, saya mengalami doxing, hate speech, bahkan ancaman kematian. Semua itu berawal dari klaim yang tidak benar,” kata Glory.

Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menanggapi informasi di media sosial yang menyebut Glory Lamria yang diwawancara pemerintah soal kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Amerika Serikat adalah rekayasa atau settingan.

Adapun wawancara itu ditayangkan lewat media sosial resmi pemerintah.

Proses wawancara itu berlangsung ketika diaspora menyambut kedatangan Prabowo untuk menghadiri agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat pada Sabtu, 20 September 2025.

Diketahui Prabowo berpidato di Sidang Umum PBB pada Selasa, 23 September 2025.

Juri mengatakan pemerintah tidak mengatur wawancara dengan diaspora itu.

Juri mengklaim masyarakat sudah tahu Presiden Prabowo Subianto melakukan kerja dengan nyata dan benar.

"Kami enggak suka setting-setting. Orang sudah tahu kok presiden melakukan sesuatu yang nyata, yang benar. Jadi enggak perlu ada setting-setting," ujar dia di Gedung Kemensetneg, Jakarta Pusat, Rabu, 24 September 2025.

 

Nama Glory Lamria memang tengah jadi sorotan publik. Ia dituding merekayasa wawancara bersama media saat Prabowo Subianto hadir di New York untuk menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Informasi adanya agenda setting itu pertama kali disampaikan oleh akun media sosial kolektif bernama Bareng Warga di media sosial X pada Senin, 22 September 2025.

Bareng Warga mengatakan narasumber dari diaspora Amerika Serikat ditentukan oleh wartawan Istana.

"Wawancara dengan diaspora di New York itu sudah diatur sama wartawan istana, tidak bisa pilih narasumber lain," kata Bareng Warga.

Akun X @barengwarga bahkan menyebut wawancara itu sudah diskenariokan. Glory dituding ditunjuk pemerintah Indonesia sebagai diaspora yang diwawancarai media.

Selain itu, beredar tuduhan bahwa Glory menikmati fasilitas hotel mewah di New York dengan tarif fantastis, mulai dari USD 6.000 hingga USD 25.000 per malam. (dam)

Editor : Damianus Bram
#diaspora #prabowo #Glory Lamria #presiden #rekayasa #wawancara