Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bukannya Panik Suami Hilang, Briptu Rizka Sintiyani Justru Tanya Uang Transferan ke Mertua, Kini Jadi Tersangka

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 25 September 2025 | 04:48 WIB
Briptu Rizka Sintiani dan Brigadir Esco Fasca Relly.
Briptu Rizka Sintiani dan Brigadir Esco Fasca Relly.

SOLOBALAPAN.COM - Di balik penetapan Briptu Rizka Sintiyani sebagai tersangka pembunuhan suaminya, Brigadir Esco Faska Rely, terungkap serangkaian percakapan janggal antara sang Polwan dengan mertuanya.

Alih-alih panik karena suaminya tak pulang, Briptu Rizka justru lebih mengkhawatirkan soal uang transferan.

Kisah ini diungkap langsung oleh ayah almarhum Brigadir Esco, Samsul Herawadi, yang sejak awal sudah menaruh curiga terhadap menantunya tersebut.

Lebih Khawatir Remunerasi daripada Suami yang Hilang

Samsul Herawadi menceritakan kembali percakapan terakhirnya dengan Briptu Rizka pada malam saat putranya mulai hilang kontak, 19 Agustus lalu.

Rizka mengirim pesan bahwa suaminya belum pulang.

“Saya jawab, ‘Kan dia piket, ngapain pulang’,” kata Samsul.

Namun, tak lama kemudian, Rizka kembali mengirim pesan, bukan untuk menanyakan kabar suaminya lebih lanjut, melainkan soal uang.

“‘Hari ini ada remon (remunerasi) sampai sekarang dia ndak transfer,’ katanya. Saya bilang, ‘Tunggu lah sebentar, nanti juga ditransfer, nanti juga pulang’,” tutur Samsul, menirukan percakapan mereka.

Alibi Aneh: Cari Suami ke Dukun

Kejanggalan tidak berhenti di situ. Selama lima hari Brigadir Esco menghilang, ibu korban terus menanyakan keberadaan putranya kepada Briptu Rizka.

Menurut kuasa hukum keluarga, Anton Hariyawan, Rizka memberikan alibi yang aneh.

"Dijawab sama si pelaku, ‘saya juga mencari keliling, saya sudah meminta kepada dukun, katanya almarhum sudah jauh dari lokasi rumah’,” tutur Anton.

Firasat Ibu yang Terbukti Benar

Namun, ibunda Brigadir Esco menolak mentah-mentah cerita soal dukun tersebut.

Dengan firasat seorang ibu, ia justru meyakini bahwa putranya masih berada di dekat rumah.

"Ibu dari korban menjawab, ‘saya yang melahirkan anak saya, saya yakin anak saya masih berada di sekitar rumah tersebut’," kata Anton.

Dan benar saja, keesokan paginya, pada 24 Agustus 2025, jasad Brigadir Esco ditemukan tak bernyawa di belakang rumah mereka di Lombok Barat.

Petunjuk Awal dari Perilaku Janggal

Percakapan yang lebih mementingkan uang transferan dan alibi mencari suami ke dukun menjadi petunjuk awal bagi keluarga mengenai adanya sesuatu yang tidak beres.

Perilaku-perilaku janggal inilah yang membuat kecurigaan langsung mengarah kepada Briptu Rizka, jauh sebelum ia akhirnya ditetapkan sebagai tersangka utama oleh pihak kepolisian. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Briptu Rizka Sintiyani #tersangka