Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Misteri Penculikan Kacab Bank BUMN Cempaka Putih: Uang Miliaran Jadi Target

Damianus Bram • Rabu, 24 September 2025 | 18:17 WIB
Para tersangka penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN Cempaka Putih Jakarta Pusat digelandang penyidik Di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.
Para tersangka penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN Cempaka Putih Jakarta Pusat digelandang penyidik Di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

SOLOBALAPAN.COM – Kasus penculikan Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN Cempaka Putih terus menjadi sorotan dan masih dalam penyidikan intensif.

Polda Metro Jaya mengungkap bahwa para penculik menargetkan rekening dormant dengan total dana mencapai Rp 60–70 miliar, yang tersebar di beberapa bank.

Uang Miliaran Jadi Motif Penculikan Kacab Bank BUMN

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menegaskan bahwa jumlah pasti dana yang diincar masih terus didalami.

“Kalau (jumlah) pastinya kami belum tahu, cuma kalau dari yang sudah teridentifikasi kemarin ya cukup tinggi. Ada Rp 60 miliar atau Rp 70 miliar,” kata Wira, dikutip dari JawaPos.com, Rabu (24/9/2025).

Polda Metro Jaya memastikan penelusuran aliran dana terus dilakukan.

Selain itu, pihak kepolisian juga masih memburu satu tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

HP Korban Ditemukan, Petunjuk Baru Terungkap

Baca Juga: Terungkap! Motif Mengejutkan di Balik Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Ada Niat Jahat Didalamnya

Kuasa hukum keluarga korban, Boyamin Saiman, menyampaikan bahwa telepon genggam korban Mohammad Ilham Pradipta telah berhasil dilacak oleh penyidik Jatanras Polda Metro Jaya pada Selasa, 23 September 2025.

“Selasa, tanggal 23 September 2025, kami selaku kuasa hukum keluarga korban MIP (Ilham), mendapat kabar bahwa HP milik MIP telah terlacak dan ditemukan oleh penyidik Jatanras Polda Metro Jaya,” jelas Boyamin.

Telepon genggam korban menjadi bukti penting untuk menelusuri komunikasi dengan para penculik, baik berupa ancaman maupun bujuk rayu yang ditolak korban hingga berujung pada kematian.

“Baik (komunikasi) searah berupa teror ataupun dua arah berupa bujuk rayu yang ditolak oleh korban MIP yang menjadikannya terbunuh. Kami mempercayakan sepenuhnya kepada penyidik untuk menjadikan HP tersebut sebagai bukti petunjuk dan bahan untuk membuat makin terang peristiwa,” ujar Boyamin.

Polisi Pastikan Kasus Terus Diusut

Polda Metro Jaya menegaskan, penyidikan kasus ini masih berlangsung. Penemuan HP korban menjadi titik terang untuk mengungkap jaringan penculik, sekaligus memastikan motif penculikan yang berpusat pada uang miliaran rupiah di rekening dormant bank BUMN. (dam)

Editor : Damianus Bram
#Kacab Bank BUMN #polda metro jaya #kepala cabang #rekening dormant #penculikan