Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

AS Bekukan Rp1,5 Triliun untuk 22 Program Pertukaran Pelajar, Ribuan Mahasiswa Terancam Gagal Berangkat

Damianus Bram • Selasa, 23 September 2025 | 23:25 WIB
Aktivitas akademik yang berpotensi terdampak pembekuan dana pertukaran pelajar AS.
Aktivitas akademik yang berpotensi terdampak pembekuan dana pertukaran pelajar AS.

SOLOBALAPAN.COM – Amerika Serikat (AS) resmi menghentikan pendanaan sedikitnya 22 program pertukaran budaya internasional.

Nilai anggaran yang dibatalkan mencapai USD 100 juta atau setara Rp1,5 triliun.

Mengutip laporan The PIE News, keputusan itu disampaikan Departemen Luar Negeri AS pada 13 Agustus 2025 lewat komunikasi internal.

Program-program tersebut dianggap “prioritas rendah” di tengah ketatnya anggaran fiskal 2025.

Ribuan Mahasiswa Terdampak

Pemangkasan dana ini menimbulkan kekhawatiran besar. Mark Overmann, Direktur Eksekutif Alliance for International Exchange, menyebut kondisi tersebut sebagai “krisis eksistensial”.

“Organisasi akan kehilangan dana yang sudah dijanjikan. Dampaknya, ada potensi pemutusan kerja, pengurangan staf, bahkan penutupan lembaga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Bill Gertz, Ketua American Institute for Foreign Study (AIFS). Menurutnya, setidaknya 10 ribu mahasiswa terancam gagal mengikuti program.

“Bukan hanya rencana pelajar yang hancur, tapi juga stabilitas finansial lembaga penyelenggara ikut terguncang,” jelasnya.

Program Unggulan Dibatalkan

Beberapa program unggulan ikut terdampak, seperti Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) Program, Mandela Washington FellowshipYoung Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI).

Program YES menjadi sorotan khusus karena dibentuk pasca tragedi 9/11 untuk mempererat hubungan AS dengan negara-negara mayoritas Muslim.

Seorang mantan staf Senat AS menilai penghentian program bisa membuat AS semakin terisolasi di panggung global.

Dana Sudah Disetujui, tapi Dihentikan OMB

Yang memicu polemik, dana tersebut sejatinya sudah disetujui Kongres. Namun Office of Management and Budget (OMB) menghentikan pencairan.

“Kalau OMB bisa melakukannya sekarang, mereka bisa terus mengulanginya. Itu membuka jalan untuk menghapus program pertukaran internasional secara permanen,” tegas Overmann.

Aliansi organisasi pertukaran budaya kini meluncurkan kampanye agar Kongres turun tangan menyelamatkan program.

Mereka menyebut kebijakan ini bisa merusak warisan 75 tahun pertukaran pelajar AS, termasuk semangat program Fulbright.

Respons Pemerintah AS

Menanggapi kritik, juru bicara Departemen Luar Negeri menyatakan keputusan diambil setelah mempertimbangkan kondisi anggaran.

“Setiap program harus bisa menjawab pertanyaan apakah membuat Amerika lebih aman, lebih kuat, atau lebih makmur,” katanya.

Kebijakan ini dinilai menunjukkan bagaimana tarik-menarik politik dan fiskal bisa berdampak langsung pada masa depan ribuan mahasiswa lintas negara.

Di tengah kebutuhan global akan pemahaman lintas budaya, penghentian program justru dikhawatirkan mempersempit jembatan persahabatan antarbangsa. (dam)

Editor : Damianus Bram
#as #mahasiswa #amerika serikat #pertukaran pelajar