SOLOBALAPAN.COM - Nama Wahyudin Moridu, seorang anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), mendadak viral dan menjadi bulan-bulanan warganet.
Hal ini terjadi setelah sebuah video kontroversial yang ia rekam sendiri menyebar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, Wahyudin dengan bangga dan tanpa beban menyatakan bahwa ia sedang "merampok uang negara" untuk jalan-jalan ke Makassar bersama seorang wanita yang ia sebut sebagai "hugel" (diduga berarti hugel, istilah lokal untuk selingkuhan).
'Kita Rampok Aja Uang Negara Ini'
Video yang viral di berbagai platform, termasuk diunggah ulang oleh akun Instagram @lambe_turah, memperlihatkan Wahyudin sedang mengemudikan mobil bersama seorang wanita.
Dengan nada santai, ia melontarkan kalimat-kalimat yang sangat tidak pantas bagi seorang pejabat publik.
"Kita menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok aja uang negara ini, kita habiskan aja biar negara ini semakin miskin," ujarnya sambil tertawa.
"Membawa hugel (selingkuhan) langsung ke Makassar menggunakan uang negara," sambungnya.
Minta Maaf Usai Dihujat
Tak lama setelah video tersebut memicu kemarahan nasional, Wahyudin Moridu akhirnya muncul dan membuat video permintaan maaf.
Sambil didampingi oleh istri sahnya, ia mengaku bersalah dan siap menanggung segala konsekuensi.
"Sesungguhnya saya tidak berniat untuk melecehkan ataupun menyinggung perasaan masyarakat Gorontalo... Dari hati yang paling dalam saya mohonkan maaf kepada bapak ibu sekalian," tuturnya.
Siapa Sebenarnya Wahyudin Moridu?
-
Nama Lengkap: Wahyudin Moridu, S.E.
-
Partai Politik: PDI Perjuangan (PDIP)
-
Jabatan Saat Ini: Anggota DPRD Provinsi Gorontalo (2024-2029)
-
Jabatan Sebelumnya: Anggota DPRD Kabupaten Boalemo (2019-2024)
-
Pendidikan: Lulusan S1 dari Universitas Ichsan Gorontalo, setelah sebelumnya menempuh pendidikan setara SMA melalui Paket C.
Menariknya, Wahyudin Moridu terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Gorontalo melalui Pemungutan Suara Ulang (PSU) atas perintah Mahkamah Konstitusi (MK), setelah sebelumnya gagal dalam Pileg 2024.
Ironi Seorang Wakil Rakyat
Kasus Wahyudin Moridu menjadi sebuah ironi yang menyakitkan.
Sebagai seorang wakil rakyat yang seharusnya menjaga amanah, ia justru secara terbuka memamerkan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai integritas dan kepatutan.
Pernyataannya tidak hanya mencoreng citra dirinya sendiri, tetapi juga institusi DPRD dan partai politik yang menaunginya, meninggalkan luka mendalam di hati masyarakat yang telah memilihnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo