SOLOBALAPAN.COM – Nama Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, mendadak jadi sorotan publik usai warga resmi melaporkannya ke polisi sebagai orang hilang.
Laporan itu dibuat lantaran Alvin disebut tak masuk kantor hampir satu bulan penuh.
Aksi demonstrasi yang digelar aliansi Rakyat Buton bersama IMM dan HMI berujung pada laporan ke Polres Buton, menyatakan bahwa sang bupati termuda tersebut “hilang” dari aktivitas pemerintahan.
Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa menepis isu hilangnya bupati dan memastikan bahwa Alvin sedang berada di Jakarta untuk kepentingan dinas.
Dia menjelaskan keberangkatan Alvin memiliki tujuan menghadiri sejumlah pertemuan penting yang tidak bisa diwakilkan.
Menurut Syarifudin, meski aturan perjalanan dinas hanya maksimal tujuh hari, seorang kepala daerah memiliki kewenangan khusus dalam menghadiri agenda penting di luar daerah.
Syarifudin menyebut Bupati Buton diperkirakan akan kembali dalam waktu dekat yakni satu hingga dua hari setelah laporan dibuat.
Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan memandang kritik mahasiswa sebagai bagian dari masukan konstruktif.
Lantas, siapa sebenarnya sosok Alvin Akawijaya yang kini tengah dicari warganya?
Profil Alvin Akawijaya, Bupati Buton Termuda
Alvin Akawijaya Putra lahir pada 18 Mei 1996 dan resmi menjabat sebagai Bupati Buton periode 2025–2030 sejak 20 Februari 2025.
Ia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sebelum berkarier sebagai advokat sekaligus pengusaha.
Masuk ke dunia politik lewat Partai NasDem, Alvin tak lepas dari pengaruh ayahnya, Ali Mazi, mantan Gubernur Sulawesi Tenggara sekaligus anggota DPR RI.
Selain aktif di partai, Alvin juga pernah menjabat sebagai Ketua KNPI Sulawesi Tenggara 2021–2024 serta Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu NasDem di tingkat provinsi.
Pengalaman itu mengasah kepemimpinannya hingga akhirnya ia berhasil memenangkan Pilkada Buton 2024 dengan perolehan lebih dari 22 ribu suara atau 35 persen.
Janji Disiplin ASN, Kini Jadi Sorotan
Saat resmi dilantik, Alvin menekankan pentingnya disiplin aparatur sipil negara (ASN) serta program kerja 100 hari berupa gerakan kerja bakti membersihkan lingkungan.
Namun, penekanan soal disiplin itu kini berbalik menjadi sorotan. Warganya justru mempertanyakan keberadaan Alvin yang disebut tak hadir di kantor hampir sebulan terakhir.
Menurut pemerintah daerah, Alvin tidak hilang melainkan sedang menjalankan tugas luar.
Meski begitu, kabar absensinya tetap menimbulkan kegelisahan masyarakat Buton.
Bupati Termuda dengan Harta Rp 8 Miliar
Di luar aktivitas pemerintahan, Alvin juga disorot karena statusnya sebagai bupati termuda di Sulawesi Tenggara periode 2025–2030.
Ia tercatat melaporkan harta kekayaan melalui LHKPN dengan total sekitar Rp 8 miliar, yang terdiri dari aset tanah, bangunan, kendaraan, hingga investasi.
Fakta ini membuat Alvin dinilai sebagai kepala daerah muda yang cukup mapan secara finansial.
Meski demikian, perjalanan politiknya tidak sepenuhnya mulus. Beberapa kali ia diberitakan absen dari agenda pemerintahan, hingga akhirnya muncul laporan warga yang menyatakan dirinya hilang.
Bagi sebagian masyarakat Buton, Alvin diharapkan bisa membawa harapan baru. Namun kini, absensinya justru menimbulkan tanda tanya besar. (dam)
Editor : Damianus Bram