Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Dipecat dari Kursi DPRD Gorontalo Imbas 'Rampok Uang Negara' Bareng Selingkuhan, Wahyudin Moridu Ternyata Anak Bupati?

Laila Zakiya • Minggu, 21 September 2025 | 00:27 WIB

 

Geger anggota DPRD Gorontalo Wahyudin Moridu viral karena ucapannya yang arogan di dalam mobil.
Geger anggota DPRD Gorontalo Wahyudin Moridu viral karena ucapannya yang arogan di dalam mobil.

SOLOBALAPAN.COM – Nama Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, mendadak viral usai video dirinya bersama seorang wanita tersebar luas di media sosial.

Dalam video berdurasi singkat itu, Wahyudin dengan santai menyebut perjalanan dinasnya ke Makassar menggunakan uang negara, bahkan melontarkan kalimat yang dianggap melecehkan publik:

“Hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok ajah uang negara ini kan. Kita habiskan ajah, biar negara ini makin miskin,” ucap Wahyudin sambil tertawa.

Tak hanya itu, ia juga terang-terangan mengakui bahwa wanita di sampingnya adalah “hugel” atau kekasih gelap yang turut dibawa dalam perjalanan dinas.

Ucapan tersebut langsung memicu kemarahan masyarakat, terlebih diucapkan oleh seorang pejabat publik yang seharusnya menjaga marwah lembaga legislatif.

PDIP Pecat Wahyudin Moridu

Kabarnya, PDI Perjuangan (PDIP) mengambil langkah tegas dengan memecat Wahyudin Moridu.

Kini, ia tak lagi duduk di kursi anggota DPRD Provinsi Gorontalo periode 2024–2029.

PDI Perjuangan (PDIP) mengambil langkah tegas dengan memecat Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo periode 2024–2029.

 

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, mengungkapkan bahwa wanita dalam video itu diduga kuat sebagai perekam sekaligus penyebar.

“Penjelasan dari terduga (Wahyudin), perempuan ini minta dinikahi,” jelas Fikram.

Wahyudin sendiri mengaku tidak sadar mengucapkan kata-kata tersebut karena berada di bawah pengaruh minuman keras.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Setelah menuai hujatan publik, Wahyudin akhirnya mengunggah klarifikasi melalui akun Facebook pribadinya.

Didampingi istrinya, Megawati Musi, ia menyampaikan permintaan maaf:

“Sesungguhnya bapak ibu sekalian saya tidak berniat untuk melecehkan ataupun menyinggung masyarakat Gorontalo yang saya wakili. Semua ini murni kesalahan saya.”

Namun, klarifikasi ini tak cukup meredam desakan warganet. Banyak yang menilai Wahyudin sebaiknya mengundurkan diri dari kursi DPRD.

Jejak Keluarga: Anak Mantan Bupati Boalemo

Terungkap bahwa Wahyudin merupakan putra dari mantan Bupati Boalemo, Darwis Moridu.

Profil keluarga ini juga penuh kontroversi. Darwis Moridu diberhentikan dari jabatan Bupati Boalemo oleh Mendagri Tito Karnavian setelah terlibat kasus penganiayaan hingga korban meninggal.

Ia juga pernah terciduk dalam kasus narkoba dan menjalani rehabilitasi.

Sementara itu, Wahyudin lahir di Desa Kota Raja, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, pada 11 November 1995.

Pada usia 23 tahun, ia sudah dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Boalemo periode 2019–2024, sebelum akhirnya lolos ke DPRD Provinsi Gorontalo dengan 5.654 suara dari dapil Boalemo–Pohuwato.

Rekam Jejak Pribadi Penuh Kontroversi

Selain kasus terbaru, rekam jejak Wahyudin juga tak lepas dari masalah.

Pada Maret 2020, ia pernah ditangkap bersama dua anggota DPRD lain di Jakarta atas kasus penyalahgunaan narkoba.

Wahyudin bahkan secara terbuka mengaku pernah kecanduan obat-obatan terlarang sebelum menjalani rehabilitasi.

Kini, karier politiknya sebagai aleg muda dari Fraksi PDIP resmi berakhir, menyusul pemecatan dari partai akibat ucapan kontroversialnya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #anggota DPRD Gorontalo #profil #Wahyudin Moridu