SOLOBALAPAN.COM - Sebuah video yang menunjukkan aksi heroik sekaligus penuh amarah dari seorang sopir ambulans viral di media sosial.
Tak tahan karena jalurnya terus-menerus dihalangi oleh sebuah mobil Toyota Innova, sang sopir akhirnya turun dan menyeret pengemudi mobil tersebut untuk melihat langsung kondisi pasien kritis yang sedang ia bawa.
Momen dramatis yang terjadi di Jalan Ponco, Parengan, Bojonegoro ini terekam dalam video berdurasi 38 detik dan kini menjadi perbincangan panas di kalangan warganet.
Kronologi Kejadian: Sirine Diabaikan, Jalan Dihalangi
Berdasarkan narasi dalam video yang diunggah oleh akun X (dulu Twitter) @heraloebss pada Kamis (18/9/2025), insiden ini terjadi saat dua unit ambulans sedang beriringan membawa pasien dalam kondisi kritis menuju RSUD Bojonegoro.
Meskipun sirine sudah meraung-raung, sebuah mobil Innova berwarna hitam disebut tetap ngeyel dan tidak memberikan jalan.
Puncaknya, salah satu sopir ambulans yang sudah habis kesabaran, turun dari kendaraannya.
Ia langsung menarik pengemudi Innova yang berkaos hitam dan membawanya ke pintu belakang ambulans.
Pintu pun dibuka, memperlihatkan kondisi pasien yang benar-benar membutuhkan pertolongan segera.
'Ambulans Itu Prioritas Utama, Gobl*k!' - Amarah Warganet
Video ini sontak memicu kemarahan warganet yang mengecam tindakan pengemudi Innova tersebut.
Banyak yang menilai pengemudi mobil pribadi itu tidak memiliki empati dan melanggar aturan lalu lintas yang paling dasar.
Kolom komentar pun dibanjiri hujatan.
"Mau ada pasiennya maupun kosong yang namanya ambulans itu prioritas utama di jalan raya blok goblok!,"* tulis akun @leangr1njani dengan geram.
Pelajaran Keras di Jalan Raya
Insiden di Bojonegoro ini menjadi pelajaran keras bagi seluruh pengguna jalan.
Kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran, dan polisi yang menyalakan sirine memiliki hak prioritas mutlak yang dilindungi oleh undang-undang.
Memberikan jalan bagi mereka bukan hanya soal aturan, tetapi juga soal kemanusiaan, karena setiap detik bisa menjadi penentu antara hidup dan mati bagi orang lain. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo