SOLOBALAPAN.COM - Setelah kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) resmi diisi oleh Erick Thohir, teka-teki mengenai nasib Raffi Ahmad yang sebelumnya santer diisukan akan mengisi posisi tersebut akhirnya terjawab.
Raffi tidak menjadi menteri. Kini, sebuah pernyataan lawas dari sang istri, Nagita Slavina, kembali viral dan menjadi sorotan.
Ucapan yang ia sampaikan dua tahun lalu di kanal YouTube Vindes tersebut dinilai warganet sebagai "kunci" di balik keputusan Raffi Ahmad untuk tidak masuk lebih dalam ke kabinet.
'Kalau Boleh Sih Gak': Penolakan Halus Nagita Slavina
Dalam podcast bersama Vincent Rompies dan Desta dua tahun lalu, Nagita Slavina pernah ditanya secara blak-blakan mengenai kemungkinan suaminya menjadi seorang menteri.
"Pasti si Raffi banyak tawaran... kalau dia jadi menteri... lu setuju gak?" tanya Vincent saat itu.
Dengan singkat namun penuh makna, Nagita memberikan jawaban yang jujur. "Ya kalau boleh sih gak (tidak setuju)," jawabnya.
Tetap Mendukung Pilihan Suami
Meskipun secara pribadi tidak setuju, perempuan yang akrab disapa Gigi ini menegaskan bahwa ia akan selalu mendukung apa pun jalan yang dipilih oleh Raffi Ahmad.
"Tapi, kalau itu pilihan dia ya pasti gue support," katanya. Ia menjelaskan bahwa pada saat itu, ia merasa masih banyak pekerjaan dan tanggung jawab di dunia hiburan dan bisnis yang harus mereka selesaikan bersama.
Ucapan yang Kini Jadi Kenyataan
Dua tahun berselang, ucapan Nagita Slavina seolah menjadi kenyataan.
Di saat nama Raffi Ahmad menjadi kandidat terkuat di bursa spekulasi publik untuk posisi Menpora, pada akhirnya ia tidak mengambil jabatan tersebut.
Meskipun tidak menjadi menteri, Raffi Ahmad tetap menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, sebuah peran yang dinilai lebih fleksibel dan tidak menuntutnya untuk meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya.
Prioritas Keluarga dan Bisnis
Pernyataan lawas Nagita Slavina ini menjadi cerminan dari prioritas yang dipegang oleh pasangan "Sultan Andara" tersebut.
Di tengah godaan jabatan politik yang prestisius, mereka tampaknya lebih memilih untuk fokus pada tanggung jawab di dunia bisnis dan hiburan, sambil tetap berkontribusi bagi negara melalui jalur yang berbeda. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo