Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Hoaks atau Fakta? Ini Klarifikasi Wali Kota Prabumulih Arlan Soal Pencopotan Kepala Sekolah di Prabumulih, Netizen Terlanjur Geram

Damianus Bram • Rabu, 17 September 2025 | 18:07 WIB
Wali Kota Prabumulih, Arlan (tengah), didampingi pegawai Pemkot Prabumulih mengklarifikasi viralnya pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih yang diduga akibat tegur anaknya.
Wali Kota Prabumulih, Arlan (tengah), didampingi pegawai Pemkot Prabumulih mengklarifikasi viralnya pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih yang diduga akibat tegur anaknya.

SOLOBALAPAN.COM – Wali Kota Prabumulih, Arlan menjadi sorotan di media sosial usai adanya isu pencopotan Kepala SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah. 

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Roni dicopot karena menegur anak wali kota yang membawa mobil ke sekolah.

Isu ini bahkan sampai menarik perhatian pengacara Hotman Paris, yang meminta pemerintah pusat ikut menindaklanjuti.

Menanggapi isu tersebut, Wali Kota Prabumulih, Arlan akhirnya angkat suara.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @cak.arlan_official, yang kini tidak bisa dikomentari, Arlan menegaskan bahwa kabar pencopotan Roni tidak benar.

“Saya sebagai Wali Kota Prabumulih meminta maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat. Terkait kabar pencopotan itu hoaks. Pak Roni belum saya pindahkan,” tulis Arlan, Selasa (16/9/2025).

Arlan menjelaskan bahwa pemanggilan Roni bukan terkait anaknya, melainkan karena ada masalah internal di sekolah yang mengganggu kenyamanan siswa.

Salah satunya terkait seorang guru yang terlibat percakapan tidak pantas dengan siswi dan sudah dipindahkan pekan lalu.

“Saya baru menegur Pak Roni agar lebih berbenah. Jangan sampai kasus serupa terjadi lagi. Jadi bukan soal anak saya,” tegas Arlan.

Ia juga menepis kabar bahwa anaknya kerap membawa mobil ke sekolah.

“Anak saya selalu diantar, tidak pernah bawa mobil sendiri. Jadi isu itu murni hoaks. Tapi kalau isu ini dianggap kesalahan, saya sekali lagi minta maaf kepada Pak Roni dan masyarakat Prabumulih,” ujarnya.

Sebelumnya, isu pencopotan Roni viral setelah beredar video perpisahan di SMPN 1 Prabumulih, yang dikaitkan dengan teguran kepada anak pejabat yang membawa mobil dan parkir di lapangan olahraga.

Meski sudah dibantah, isu ini tetap tersebar luas dan memicu tuntutan agar aparat kepolisian menelusuri dugaan penyalahgunaan wewenang.

Pengacara Hotman Paris bahkan meminta Menteri Dalam Negeri hingga Gubernur Sumatera Selatan menindaklanjuti kasus ini agar jabatan Kepala SMPN 1 Prabumulih tidak dicabut semena-mena.

Di sisi lain, netizen menyoroti kasus ini sebagai bukti betapa rentannya dunia pendidikan terhadap intervensi politik atau kekuasaan. Beberapa komentar netizen antara lain:

“Anak SMP bawa mobil ke sekolah buat gegayaan, ortunya nggak nyegah berarti membenarkan kelakuan anaknya, harus ikut konseling parenting tuh walkot,” tulis @rias****.

“Lagian anak SMP belum punya SIM kan ya… kalau ada apa-apa yang rugi bukan pak guru tapi orang tuanya,” komentar @ernysalim****.

“Waduh ini gubernurnya harus turun tangan dong, masa ditegur bawa mobil sampai kepala sekolah dicopot. Ayolah, di negara lain anak sekolah juga bantu gurunya,” tulis @dapur_mpok_d***.

Mereka berharap polemik ini segera diselesaikan secara transparan agar tidak mengganggu iklim belajar di sekolah. (dam)

Editor : Damianus Bram
#viral #pencopotan kepala sekolah #netizen #SMPN 1 #Wali Kota Prabumulih #Arlan