Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Geger Kepala Sekolah di Prabumulih Dicopot usai Tegur Anak Wali Kota yang ke Sekolah Bawa Mobil, Harta Kekayaan Bapaknya Padahal Cuma Ada Ini!

Laila Zakiya • Rabu, 17 September 2025 | 17:47 WIB

 

Kepala Sekolah di Prabumulih Dicopot usai Ingatkan Anak Wali Kota.
Kepala Sekolah di Prabumulih Dicopot usai Ingatkan Anak Wali Kota.

SOLOBALAPAN.COM – Kasus pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, mendadak jadi sorotan nasional.

Roni dicopot tak lama setelah menegur seorang siswa SMP yang kedapatan membawa mobil ke sekolah.

Masalahnya, siswa tersebut bukan murid sembarangan, melainkan putra dari Wali Kota Prabumulih, H Arlan.

Padahal, sesuai aturan, siswa SMP jelas belum cukup umur untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Teguran yang diberikan Roni sebagai bentuk disiplin justru berujung pahit: jabatannya hilang.

Mobil Anak Sekolah vs Harta Kekayaan Sang Wali Kota

Kasus ini memicu perdebatan publik soal gaya hidup keluarga pejabat daerah.

Terlebih jika dikaitkan dengan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik H Arlan.

Berdasarkan data LHKPN, total kekayaan Arlan mencapai Rp17.002.737.046.

Rinciannya:

* Tanah dan Bangunan: Rp5.871.750.000 (18 properti di Prabumulih dan Ogan Ilir).
* Alat Transportasi dan Mesin: Rp4.921.000.000 (tiga motor Yamaha 2022, beberapa unit truk Mitsubishi & Hino, satu Triton Double Cabin, serta satu buldoser John Deere 2015).
* Harta Bergerak Lainnya: Rp202.000.000.
* Kas dan Setara Kas: Rp8.007.987.046.

Arlan juga tercatat memiliki utang Rp2.000.000.000, sehingga kekayaan bersihnya tetap Rp17 miliar.

Yang menjadi perhatian, dalam laporan LHKPN itu tidak tercatat mobil pribadi mewah.

Kendaraannya hanya motor, truk, hingga alat berat. Publik pun bertanya-tanya: dari mana anak wali kota membawa mobil ke sekolah?

Walkot Arlan Buka Suara

Polemik ini kian memanas setelah Arlan akhirnya buka suara melalui akun media sosialnya, @cak.arlan_official.

"Saya sebagai Wali Kota Prabumulih mengucapkan permohonan maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat Kota Prabumulih," ujar Arlan dalam pernyataannya di video yang diunggah Selasa malam lalu.

Arlan menegaskan kabar pencopotan Roni karena menegur anaknya adalah hoaks.

"Masalah berita-berita yang hoaks, di media mengatakan bahwa Pak Roni sudah diganti dan dipindahkan ke tempat sekolah lain. Ini adalah berita hoaks," kata Arlan.

"Anak saya diantar. Dan kalau ini menjadi suatu kesalahan, saya sebagai Wali Kota Prabumulih mengucapkan permohonan maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat," sambungnya.

Namun, pernyataan berbeda keluar dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Prabumulih, A Darmadi.

"Benar, pergantian ini merupakan permintaan langsung dari pak wali kota," kata Darmadi.

Bahkan Darmadi mengaitkan mutasi Roni dengan beberapa perkara di sekolah, termasuk kasus anak wali kota.

"Pertama Kasus chat mesum viral guru SMP itu, kedua kasus lahan parkir berbayar, lalu kasus anak wali kota saat hujan deras tidak boleh memarkirkan kendaraan yang mengantarnya ke lingkungan sekolah sehingga anak beliau kehujanan," ungkapnya.

Nasib Kepala Sekolah

Di tengah simpang siurnya informasi, Roni sendiri memilih irit bicara.

"Maaf saya takut salah. Silakan ke Disdik aja Mas," ujarnya singkat.

Publik kini menanti apakah polemik ini hanya sebatas kesalahpahaman atau ada hal lain yang sengaja ditutup rapat. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Smpn 1 prabumulih #Cak Arlan #walikota