Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

8 Orang Meninggal, Geger Kecelakaan Maut di Probolinggo yang Angkut Rombongan Nakes Alami Rem Blong saat Turunan

Laila Zakiya • Senin, 15 September 2025 | 15:32 WIB
Bus pariwisata dengan nomor polisi P 7221 UG yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Desa Botoh, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (14/9/2025).
Bus pariwisata dengan nomor polisi P 7221 UG yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Desa Botoh, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (14/9/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Suasana duka menyelimuti Jawa Timur usai kecelakaan maut menimpa rombongan tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember di jalur wisata Bromo, Kabupaten Probolinggo, Minggu (14/9/2025).

Sebuah bus pariwisata yang mereka tumpangi mengalami rem blong saat menuruni jalanan curam, hingga menewaskan delapan orang dan melukai puluhan lainnya.

Kronologi Kecelakaan

Bus Hino PO INDS’88 dengan nomor polisi P-7221-UG yang dikemudikan Al Bahri mengangkut 52 penumpang.

Rombongan nakes ini baru saja berlibur di kawasan Bromo dan tengah dalam perjalanan pulang menuju Jember.

Sesampainya di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, bus mengalami gagal fungsi rem saat melewati turunan panjang dan tikungan.

Kendaraan oleng ke kanan, menabrak pembatas jalan (guardrail), kemudian menghantam sebuah sepeda motor.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama, menjelaskan:

“Dari 8 korban, 6 di antaranya meninggal dunia di TKP dan 2 di rumah sakit. Untuk identitasnya kami masih melakukan pendataan, nanti akan disampaikan segera,” kata Ipda Aditya, dikutip dari Tribunnews.com.

Suara Sopir Bus

Sopir bus, Albahri, mengakui bahwa tanda-tanda rem bermasalah sudah terasa sejak perjalanan.

"Pada saat turunan, rem sudah blong. Saya banting setir ke kanan, bus menabrak pembatas jalan, meluncur ke bawah hingga menghantam pagar rumah dan motor kurir. Saya sempat membunyikan klakson dan menyalakan lampu karena lalu lintas padat," ujar Albahri, dilansir detikJatim.

Ia menuturkan, sebelumnya sempat menepi karena rem terasa tidak normal.

Bahkan ia sudah meminta kondektur berjaga-jaga jika sewaktu-waktu rem benar-benar blong.

"Sudah kerasa tidak enak, jadi saya langsung suruh kondektur ke belakang dan bilang kalau rem blong," kata Albahri.

Namun upaya itu tidak berhasil. Ia mengaku sudah mencoba mengaktifkan rem angin, tapi kendaraan tetap meluncur tanpa kendali.

Korban Meninggal dan Luka-Luka

Benturan keras membuat kaca depan bus hancur dan sejumlah penumpang terlempar keluar.

Delapan orang tewas dalam insiden ini, termasuk seorang anak berusia tujuh tahun.

Di antara korban meninggal, tiga orang diketahui merupakan satu keluarga, yaitu karyawan RSBS Jember bernama Hendra Pratama beserta istri dan anaknya.

Puluhan korban luka-luka dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan terdekat, termasuk RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo, RSU Ar Rozy, RSU Tongas, serta Puskesmas Sukapura, Lumbang, dan Wonomerto.

Sebanyak 23 ambulans dikerahkan untuk membawa korban ke Jember.

Rombongan ambulans tiba di RS Bina Sehat sekitar pukul 21.34 WIB, dengan delapan ambulans membawa jenazah dan sisanya mengangkut korban luka.

Perwakilan RS Bina Sehat menyampaikan bahwasanya jenazah akan disalati bersama oleh pegawai RS Bina Sehat, kemudian diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Penyelidikan Polisi

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah, mengatakan tim gabungan telah melakukan olah TKP menggunakan teknologi 3D scanner dan Traffic Accident Analysis (TAA).

“Dengan TAA, kami bisa menelusuri kecepatan, posisi, hingga detik-detik terakhir sebelum bus itu berhenti. Ada 10 titik analisis yang kami gunakan. Kalau tak ada kendala, hasil segera bisa diketahui paling lambat tiga hari," katanya di Probolinggo, seperti dilansir dari Antara.

Selama proses olah TKP, arus lalu lintas di jalur tersebut sempat ditutup total.

Polisi juga berencana memeriksa kondisi teknis bus serta mendalami keterangan sopir untuk memastikan penyebab utama kecelakaan. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #RS Bina Sehat Jember #probolinggo #kecelakaan bus