SOLOBALAPAN.COM - Nama Yudo Achilles Sadewa mendadak viral dan menjadi sorotan tajam warganet.
Putra dari Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru dilantik, Purbaya Yudhi Sadewa, ini memicu kontroversi besar hanya satu hari setelah ayahnya menjabat.
Ia menjadi perbincangan setelah mengunggah kalimat di Instagram Story yang diduga menyindir Menkeu sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati, sebagai "agen CIA".
Lantas, siapa sebenarnya sosok Yudo Sadewa dan dari mana ia lulus sekolah?
Profil Singkat dan Latar Belakang Pendidikan
-
Nama Lengkap: Yudo Achilles Sadewa
-
Lahir: 2006 (Usia 19 tahun per 2025)
-
Orang Tua: Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan RI)
-
Pendidikan: Lulusan SMA Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta Selatan (Lulus tahun 2023).
Unggahan Kontroversial 'Agen CIA'
Kontroversi ini meledak setelah Yudo mengunggah sebuah kalimat di Instagram Story-nya, @yvdos4dewa.
"Alhamdulillah, ayahku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar jadi menteri," tulisnya.
Unggahan ini langsung viral setelah dibagikan oleh berbagai akun di media sosial.
Tak lama setelah menuai kecaman luas, akun Instagram utama Yudo yang memiliki lebih dari 83 ribu pengikut tersebut langsung lenyap atau tidak bisa diakses.
Jejak Karier sebagai 'Trader' Muda
Jauh sebelum kontroversi ini, Yudo Sadewa sebenarnya sudah pernah menjadi sorotan karena kiprahnya di dunia investasi.
Ia mengaku telah menekuni dunia trading dan aset digital sejak masih berusia 11 tahun.
Berawal dari modal Rp500 ribu untuk membeli aset kripto Shiba Inu, ia mengklaim pernah meraih keuntungan hingga Rp13 miliar pada tahun 2024, meskipun juga pernah mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
Selain kripto, ia juga mengaku pernah menjajal instrumen lain seperti forex dan saham.
Citra yang Tercoreng
Meskipun sebelumnya sempat dipuji sebagai trader muda yang sukses, pernyataan kontroversialnya mengenai Sri Mulyani kini telah mencoreng citranya.
Ia dinilai tidak pantas melontarkan tuduhan serius dan tidak berdasar, terlebih statusnya sebagai anak seorang pejabat tinggi negara yang baru saja dilantik.
Insiden ini menjadi contoh bagaimana sebuah unggahan ceroboh di media sosial dapat berakibat fatal bagi reputasi seseorang. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo