Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Eko Patrio Kini Tinggal di Kontrakan Usai Rumahnya Hancur Dijarah Massa dan Minta Polisi Bebaskan Penyelamat Kucingnya

Didi Agung Eko Purnomo • Minggu, 14 September 2025 | 03:45 WIB

Eko Patrio.
Eko Patrio.

SOLOBALAPAN.COM – Komedian sekaligus politisi nonaktif, Eko Patrio, muncul di hadapan publik dengan sebuah kisah pilu dan permintaan yang tak terduga.

Setelah rumahnya hancur dijarah massa dalam rentetan aksi demo pada akhir Agustus lalu, ia kini mengaku harus tinggal di rumah kontrakan bersama keluarganya.

Di tengah kerugian besar yang ia alami, Eko justru mendatangi Polda Metro Jaya pada Jumat (12/9/2025) bukan untuk menuntut, melainkan untuk meminta polisi membebaskan salah satu terduga pelaku penjarahan yang ternyata adalah penyelamat kucing kesayangannya.

Minta Pembebasan 'Penyelamat Kucing'

Eko Patrio menjelaskan bahwa salah satu orang yang ditangkap, seorang pria bernama Rian, sebenarnya tidak berniat menjarah.

Menurut Eko, Rian justru masuk ke dalam rumahnya yang sedang diamuk massa untuk menyelamatkan kucing peliharaannya.

Rian berencana mengembalikan kucing tersebut, namun keburu ditangkap oleh polisi.

Atas dasar kemanusiaan ini, Eko meminta pihak kepolisian untuk melepaskan Rian.

'Kepala Jadi Kaki, Kaki Jadi Kepala'

Dalam kesempatan yang sama, Eko Patrio tidak bisa menyembunyikan kesedihannya atas kehancuran rumah yang ia bangun dengan jerih payah selama puluhan tahun.

"Jujur ini memang hasil kerja keras saya dari puluhan tahun saya, 'kepala jadi kaki, kaki jadi kepala,' untuk memberikan yang terbaik buat keluarga saya, yaitu rumah saya bangun dari hasil jerih payah saya," ungkap Eko kepada awak media.

Ia mengaku ikhlas dengan kerugian materiil, namun tetap merasa sedih karena semua yang ia kumpulkan hilang dalam satu malam.

Tinggal di Kontrakan dan Pasrahkan Karier Politik

Saat ini, Eko dan keluarganya memilih untuk tinggal di sebuah rumah kontrakan di pinggiran Jakarta untuk menenangkan diri dan memulihkan kondisi psikologis.

Terkait masa depan karier politiknya setelah dinonaktifkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN), ia mengaku pasrah dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada ketua umum partainya.

"Karier yang saya capai selama ini hilang seketika pada malam itu. Sedih gitu ya, tapi saya ambil hikmahnya aja," pungkasnya. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#polisi #eko patrio #dijarah massa #kontrakan