SOLOBALAPAN.COM - Budi Arie Setiadi menunjukkan loyalitas tanpa syarat kepada Presiden Prabowo Subianto.
Meskipun baru saja dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Koperasi dan UKM dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Ketua Umum Projo ini menegaskan bahwa dukungannya tidak akan pernah goyah.
Posisinya sebagai Menteri Koperasi kini secara resmi digantikan oleh Ferry Juliantono, yang sebelumnya menjabat sebagai wakilnya.
Prosesi serah terima jabatan (sertijab) digelar di Kantor Kemenkop, Jakarta Selatan, pada Selasa (9/9/2025).
'Masa Iya Kita Tidak Dukung'
Usai acara sertijab, Budi Arie menjadi pusat perhatian awak media.
Saat ditanya apakah ia akan tetap mendukung pemerintahan setelah tidak lagi berada di dalam kabinet, jawabannya tegas dan lugas.
“Sudah tentu. Orang kita yang menangin, masa iya kita tidak dukung,” tegas Budi, merujuk pada perjuangan kelompok relawannya dalam memenangkan Prabowo di Pilpres 2024.
Ia juga memilih merendah saat ditanya mengenai pesan untuk penggantinya.
"Tidak perlu ada titipan pesan. Selama lebih dari 10 bulan ini, Pak Ferry sudah bersama-sama kita semua,” ungkapnya, menunjukkan keyakinan pada kemampuan Ferry Juliantono.
Permohonan Maaf dan Program Warisan
Dalam sambutan perpisahannya, Budi Arie menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran Kemenkop jika ada kebijakannya yang menimbulkan beban selama hampir setahun ia memimpin.
Ia juga menyoroti salah satu program prioritas yang menjadi warisannya, yaitu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Program digitalisasi koperasi ini, menurutnya, adalah sebuah prestasi kolektif untuk membangun ekonomi dari akar rumput.
Loyalitas Seorang Ketua Relawan
Sikap legawa dan penegasan loyalitas yang ditunjukkan oleh Budi Arie Setiadi menjadi sorotan.
Sebagai salah satu ketua relawan pendukung Prabowo yang paling vokal, ia menunjukkan bahwa posisinya di dalam atau di luar kabinet tidak akan mengubah komitmen politiknya.
Reshuffle ini menjadi ujian pertama bagi soliditas para pendukung inti Presiden Prabowo, dan Budi Arie telah menunjukkan sikapnya dengan jelas. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo