SOLOBALAPAN.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada Senin (8/9/2025), menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Pria kelahiran 1961 ini dipercaya mengawal perekonomian Indonesia di tengah gejolak politik dan dinamika pasar global.
Dengan latar belakang akademis dan pengalaman panjangnya, Purbaya diharapkan mampu melanjutkan serta memperkuat capaian yang telah dirintis Sri Mulyani.
Berikut empat fakta menarik tentang Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan baru RI:
1. Alumnus ITB dan Doktor Ekonomi dari Amerika Serikat
Purbaya menempuh pendidikan sarjana di Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB).
Setelah itu, ia melanjutkan studi di Purdue University, Amerika Serikat, hingga meraih gelar Master of Science (MSc) dan doktor di bidang ekonomi.
2. Ekonom dengan Jam Terbang Tinggi
Nama Purbaya tidak asing di kalangan analis dan pelaku pasar. Ia lama berkarier sebagai ekonom, mengamati sekaligus memberi masukan terkait kebijakan ekonomi.
Pada 2000–2005, ia berkarir sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute.
Lalu 2005–2013, dipercaya menjadi Chief Economist Danareksa Research Institute. Pada 2006–2008, ia juga sempat menjadi Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas.
3. Pengalaman Panjang di Pemerintahan
Purbaya juga memiliki rekam jejak kuat di pemerintahan lintas era, dari Presiden SBY hingga Jokowi.
- 2010–2014: Staf Khusus Bidang Ekonomi Kemenko Perekonomian
- 2015: Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis KSP
- 2015–2016: Staf Khusus Bidang Ekonomi Kemenko Polhukam
- 2016–2018: Staf Khusus Bidang Ekonomi Kemenko Maritim dan Investasi
- 2018–2020: Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves
4. Menangani Krisis Covid-19
Pada 2020, Purbaya dipercaya Presiden Jokowi menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Masa jabatannya bertepatan dengan pandemi Covid-19, ketika stabilitas ekonomi nasional terancam.
Di bawah kepemimpinannya, LPS menjaga kepercayaan publik terhadap perbankan dengan memastikan simpanan nasabah tetap aman, sekaligus memperkuat koordinasi bersama BI, OJK, dan Kementerian Keuangan.
Kini, usai dilantik sebagai Menteri Keuangan, Purbaya langsung mematok target ambisius, yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia 6% dalam waktu dekat dan 8% dalam jangka menengah.
“Kalau IHSG anjlok, biasa itu karena takut. Saya biasa di pasar, jadi saya tahu betul memperbaiki ekonomi,” kata Purbaya di depan Istana Negara, Jakarta dikutip dari JawaPos.com. (dam)
Editor : Damianus Bram