Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Kenapa Bulan Jadi Merah Saat Terjadi Gerhana Total? Ini Penjelasan Ilmiah Dibalik Fenomena Blood Moon

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 9 September 2025 | 03:58 WIB
Pantauan gerhana bulan Blood Moon pada (7/9) malam.
Pantauan gerhana bulan Blood Moon pada (7/9) malam.

SOLOBALAPAN.COM - Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) yang diwarnai dengan penampakan Bulan Merah (Blood Moon) telah sukses menghiasi langit Indonesia pada Minggu malam hingga Senin dini hari (7-8/9/2025).

Bagi Anda yang melewatkan momen langka tersebut, jangan khawatir.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah merilis jadwal gerhana-gerhana berikutnya.

Lantas, kapan lagi kita bisa menyaksikan fenomena serupa dari Indonesia?

Kapan Gerhana Bulan Total Berikutnya?

Menurut data dari NASA, Gerhana Bulan Total berikutnya yang dapat disaksikan secara global akan terjadi pada 3 Maret 2026.

Kabar baiknya, fenomena ini kembali dapat diamati dari wilayah Asia, termasuk Indonesia, serta Australia, Kepulauan Pasifik, dan Amerika.

Jadi, tandai kalender Anda untuk tidak melewatkan pertunjukan langit spektakuler berikutnya tahun depan!

Mengapa Bulan Berwarna Merah Saat Gerhana Total?

Fenomena Blood Moon terjadi karena sebuah proses fisika yang menarik.

Dr. Judhistra Aria Utama, M.Si., seorang peneliti dari UPI, menjelaskan bahwa saat seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan inti Bumi (umbra), cahaya Matahari yang seharusnya terhalang justru dibiaskan oleh atmosfer Bumi.

"Atmosfer Bumi menyaring sebagian besar cahaya biru, tetapi meneruskan cahaya merah dan jingga," jelasnya.

Cahaya kemerahan inilah yang kemudian sampai ke permukaan Bulan dan dipantulkan kembali ke mata kita, membuat Bulan tampak berwarna jingga, merah, atau bahkan cokelat gelap.

Semakin banyak debu atau awan di atmosfer Bumi saat gerhana, maka warna merah yang terlihat pada Bulan akan semakin pekat.

Aman Dilihat dengan Mata Telanjang

Berbeda dengan Gerhana Matahari yang berbahaya, Gerhana Bulan sangat aman untuk disaksikan secara langsung dengan mata telanjang tanpa memerlukan alat pelindung khusus.

Untuk pengalaman terbaik, pengamatan sebaiknya dilakukan di lokasi yang minim polusi cahaya dengan kondisi langit yang cerah dan tidak berawan. (did)

Ada Gerhana Matahari di Bulan Ini, tapi...

Bagi para pencinta fenomena langit, akan ada satu lagi gerhana yang terjadi di bulan September ini, yaitu Gerhana Matahari Sebagian pada 21 September 2025.

Namun, sayangnya, fenomena ini tidak akan bisa diamati dari Indonesia.

Jalur lintasnya hanya akan terlihat dari Australia, Antartika, dan sebagian Samudra Pasifik serta Atlantik. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Merah #blood moon #bulan #penjelasan ilmiah #gerhana