SOLOBALAPAN.COM – Festival musik Pestapora 2025 menghadapi guncangan besar setelah ditinggal banyak penampil di hari kedua dan ketiga.
Sejumlah musisi memutuskan batal tampil sebagai bentuk protes terhadap kerja sama diam-diam yang dilakukan penyelenggara dengan sebuah perusahaan tambang.
Puluhan musisi dan grup musik tercatat mundur, di antaranya Sukatani, Rebellion Rose, Petra Sihombing, Hindia, The Panturas, Navicula, hingga Cloudburst.
Keputusan kolektif tersebut membuat suasana festival yang biasanya meriah berubah menjadi penuh kekecewaan.
Vincent Rompies Peluk Kiki Ucup
Kondisi ini menjadi ujian berat bagi Kiki Ucup, Direktur Festival Pestapora.
Ia tampak terpukul hingga mendapat pelukan hangat dari Vincent Rompies sebagai bentuk dukungan moral.
Momen tersebut diunggah Vincent melalui akun Instagram pribadinya. Ia juga menyampaikan pesan menyentuh untuk sahabatnya.
"Belajar itu gak ada ending-nya Cup, sama kayak persahabatan. Bangun dan hadapi dengan penuh tanggung jawab karena ini semua proses dan pembelajaran bagi semua pihak," tulis Vincent.
Desta Ikut Beri Dukungan
Tak hanya Vincent, Desta juga ikut memberikan penguatan lewat unggahan video.
Dalam rekaman itu, Kiki Ucup terlihat menyanyi di atas panggung sebelum akhirnya dipeluk Desta sambil menitikkan air mata.
Desta menuliskan pesan panjang yang penuh makna.
"Mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah proses pembelajaran untuk menjadi lebih baik. Gue saksi selama ini betapa lo selalu berusaha mati-matian memberikan wadah dan membantu untuk kemajuan industri musik Indonesia tanpa pandang musisi besar ataupun musisi yang baru merintis. Kita sahabatan dari dulu Cup. Stay strong @kikiauliaucup," ungkap Desta.
Pukulan untuk Industri Musik
Mundurnya banyak musisi dari Pestapora 2025 bukan hanya menjadi cobaan bagi penyelenggara, tetapi juga menimbulkan diskusi luas soal idealisme, integritas, hingga masa depan industri musik Indonesia.
Meski begitu, dukungan sahabat-sahabat dekat seperti Vincent dan Desta menjadi penguat bagi Kiki Ucup untuk tetap bertahan menghadapi kritik serta tekanan publik. (dam)